Demikian disampaikan Direktur Utama DUTI Ridwan Darmali dalam keterangan persnya, Jumat (18/6/2010).
Tahun 2009, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 1 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 212 miliar. Dengan target sebesar 10%, pendapatan perseroan akan menjadi Rp 1,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 233,2 miliar di 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, DUTI menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 500 miliar. Pendanaannya akan berasal dari kas internal dan juga dana dari perolehan proyek. Saat ini, posisi kas perseroan mencapai Rp 689 miliar. Dari capex tersebut, lanjut Ridwan, akan digunakan sebesar 50% untuk akuisisi lahan dan 50% lagi untuk proyek perumahan.
Untuk penambahan lahan, perseroan akan membeli sebanyak 100 hektar (ha) lahan di Surabaya. Lahan tersebut akan menambah jumlah di Surabaya menjadi 300 ha. Saat ini DUTI telah memiliki lahan seluas 200 hektar.
Sementara untuk proyek perumahan, perseroan berencana melakukan pembangunan lahan di daerah Pasar minggu seluas 4 ha. Dana investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek tersebut, menurut Ridwan mencapai Rp 400 miliar.
"Pembangunan tahap pertama dimulai tahun ini, dengan kebutuhan dana sekitar 25% dari Rp 400 miliar," paparnya.
Ridwan menuturkan, jumlah total land bank, yang dimiliki perseroan mencapai 1.400 ha. Dari landbank tersebut, perseroan masih memiliki lahan seluas 14 ha di wilayah Roxy. Lahan tersebut, menurutnya, akan dikembangkan satu atau dua tahun mendatang.
Hingga triwulan I-2010, DUTI memperoleh pendapatan sebesar Rp 189 miliar dengan laba bersih Rp 43 miliar.
Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan, DUTI tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2009. Pemegang saham menyetujui laba bersih tahun lalu akan digunakan untuk laba ditahan sebesar Rp 450 miliar dan dana cadangan Rp 500 juta.
(dro/qom)











































