Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/6/2010).
"Nanti Merril Lynch yang akan menginisiasi, seperti kayak Danareksa tempo hari," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Roadshow ini usulan dari beberapa BUMN, emamng belum disepakati karena masih belum matang," imbuhnya.
Meski demikian, jika nanti disepakati, ia berharap roadshow tersebut bisa berjalan lancar dan menarik investor seperti yang sudah dilakukan 10 BUMN itu ke Singapura dan Hong Kong beberapa waktu yang lalu.
Ia mengatakan, tujuan utama dari dilaksanakannya non deal roadshow ini adalah dalam rangka menjaring minat investor asing masuk ke dalam negeri melalui saham-saham dan proyek milik BUMN.
Sepuluh BUMN yang akan ikut dalam acara tersebut antara lain PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Jasa Marga Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Telkom Tbk, dan PT Semen Gresik Tbk.
Selain BUMN yang sudah go public, Kementerian BUMN juga akan membawa BUMN yang siap IPO, yaitu PT Garuda Indonesia. Kali ini, non deal roadshow masih dipegang oleh jajaran yang sama, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas.
Sebelumnya, Kementerian BUMN juga sudah melakukan program yang sama pada 26-29 April 2010 lalu bertempat di Singapura, dan Hong Kong.
Ia menambahkan, 10 BUMN yang ikut serta ke Eropa dan Amerika nanti merupakan perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap negara.
(ang/dnl)











































