Pialang saham Wall Street memilih menonton dan bertaruh pertandingan tim Amerika berlaga di Piala Dunia melawan Slovenia, Jumat (18/6/2010) malam kemarin, ketimbang melakukan perdagangan. Ini membuat transaksi di bursa saham asing itu lesu.
"Banyak orang yang mengikuti pertandingan (Amerika lawan Slovenia) dengan sangat serius," kata Gordon Charlop, managing director Rosenblatt Efek dari lantai New York Stock Exchange seperti dikutip detikFinance dari Reuteurs, Sabtu (19/6/2010).
Pasar Modal Amerika Serikat beserta indeksnya telah berusaha masuk ke zona hijau, dengan Indeks S&P 500 berjuang untuk bergerak ke arah yang baik selama tiga hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pialang saham di seluruh penjuru lantai bursa meraung menjelang akhir pertadingan Amerika-Slovenia dengan skor akhir 2-2. Peter Kenny, managing director Knight Equity Markets di Jersey City, New Jersey mengatakan, Piala Dunia telah menjadi kegiatan wajib di bursa saham tersebut.
"Permainan ini benar-benar membuat semua orang terpaku. Kami masih memiliki tiga jaringan lain pada tetapi sekarang kami memiliki sepak bola sebagai salah satu dari empat pilihan," ujarnya.
Tetapi ada juga beberapa pialang yang memilih fokus di pasar saham daripada Piala Dunia. "Kami mencoba (untuk menonton pertandingan) satu kali dan si bos marah jadi kita sisipkan satu halaman di Internet," kata seorang pedagang.
Banyak juga pedagang yang tegang memikirkan taruhan mereka di sepak bola seperti halnya mereka taruhan di pasar saham.
"Kami semua ikut ambil bagian dalam taruhan, dan saya memasang Inggris begitu juga dengan beberapa orang lainnya," kata Tom Schrader, direktur perdagangan saham AS pada Stifel Nicolaus Capital Markets di Baltimore, yang tampak percaya diri dengan pilihannya.
Schrader melontarkan lelucon saat menonton salah satu pertandingan di kantornya yaitu warna baru favorit Amerika, hijau, yang dihubung-hubungkan dengan nama kiper Inggris Robert Green (hijau), setelah menahan imbang Amerika Serikat 1-1 beberapa waktu lalu.
Kevin Kruszenski, kepala KeyBanc yang terdaftar di Pasar Modal di Cleveland, mengatakan demam seputar Piala Dunia kali ini lebih besar daripada sebelumnya. Bahkan, kata orang tidak lagi bingung dengan perbedaan istilah Football dan Soccer di Amerika.
"Aku melihat beberapa lembar tiket judi berserakan di sekitar sini dan orang memasang taruhan bola lebih banyak dari sebelumnya. Hampir semua orang yang punya anak di kantor saya punya anak yang bermain bola, padahal pada waktu saya beranjak dewasa semuanya bermainnya bisbol," ujarnya.
Kruszenski menilai rendahnya volume perdagangan di bursa Amerika masih akan berlanjut hingga awal Juli 2010. Itu pun tergantung kepada seberapa jauh Tim Amerika Serikat bisa maju di Piala Dunia 2010. (ang/qom)











































