"Spin off aset manajemen, akhir tahun 2010 atau awal 2011," ungkap Direktur TRIM, Henry Jusuf, di Jakarta, Minggu (20/6/2010).
Perseroan pun mengaku masih membutuhkan dana tambahan, jika spin off ini dilaksanakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Trimegah, Karman Pamuhardi menambahkan, perseroan juga membidik pendapatan Rp 250 miliar sepanjang tahun 2010. Pendapatan masih didominasi oleh pendapatan brokerage margin, sebesar Rp 107 miliar.
"Total revenue (pendapatan) Trimegah di tahun 2010, Rp 200 sampai 250 miliar. Brokerage margin sekitar Rp 107 miliar, atau naik 23% dibanding tahun lalu," ungkap Karman.
Untuk merealisasikan pendapatan Rp 250 miliar tersebut, perseroan juga akan menggenjot pos investment dan asset management, yang dipatok Rp 53 miliar. Sisanya didapat dari pendapatan selling fee Rp 17 miliar.
Transaksi rata-rata harian perseroan pun, hingga bulan Mei 2010 tercatat Rp 231 miliar per hari. Ini lebih rendah dibanding posisi transaksi harian di bulan April, yang sebesar Rp 270 miliar per hari.
"Maret transaksi harian kita, Rp 168 miliar per hari, Februari Rp 143 miliar per hari dan Januari sekitar Rp 180 miliar per hari. Kalau di rata-rata harian kita, sepanjang 2010 sekitar Rp 200 miliar per hari," tambah Karman.
Ia pun menjelaskan, perseroan belum berminat merating produk reksadana mereka, seperti yang ditawarkan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). TRIM masih akan melihat perkembangan pasar akan keuntungan yang dapat dari pemeringkatan ini.
"Itu belum kita laksanakan. Kita masih lihat pasar dan keinginannya seperti apa. Tidak menutup kemungkinan," ucapnya.
(wep/epi)











































