Pekan Positif, Indeks Siap Bertengger di Level 3.000

Pekan Positif, Indeks Siap Bertengger di Level 3.000

- detikFinance
Minggu, 20 Jun 2010 17:41 WIB
Pekan Positif, Indeks Siap Bertengger di Level 3.000
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan mendatang siap menyentuh rekor baru di level 3.000, atau melebihi dari capaian tertinggi pada 30 April 2010, yang tercatat 2.971,25.

Hal itu didorong oleh faktor penguatan mata uang rupiah, dan meredanya kekhawatiran krisis di Eropa, serta dibukanya lelang Surat Utang Negara (SUN) di Selasa (22/6/2010) depan.

"Sepanjang pekan depan, indeks akan menyentuh level psikologi di 3.000 dan posisi support 2.875," ungkap Analis dari Reliance Securities, Gina Nasution saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (20/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, sepinya volume perdagangan di bursa domestik pekan lalu, akibat peralihan piala dunia dan jelang libur sekolah, tidak menyulutkan IHSG terus merangkak naik 38,49 poin, dari level 2.891,098 menjadi 2.929,58 pada penutupan perdaganan Jumat (18/6/2010) lalu. Indeks LQ 45 juga menguat 9.267 poin (1,65%) ke level 569,725.

"Asia memang masih melihat dari sentimen global. Kekhawatiran sementera akan euro bond juga mereda untuk sementara. Ini menjadikan Asia akan bergerak naik. Meskipun ada ada kemungkinan koreksi, karena profit taking sesaat. Ini wajar, karana indeks sudah naik cukup tinggi," paparnya.

Faktor lelang SUN yang akan terjadi pekan depan, juga diprediksi akan memperkuat posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Lelang SUN, bahkan cenderung akan mengalami kelebihan permintaan.

Dengan rupiah yang menguat, IHSG akan terus mantap berada diposisi terbaiknya, dan cenderung akan menyentuh di level 3.000. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat lalu, ditutup pada level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.160 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah akan terus menguat.

"Saham-saham perbankan dan infrastruktur masih menjadi pilihan," ucapnya.

Faktor penguatan harga minyak mentah dunia yang menyentuh US$ 75 per barel, serta naiknya harga komoditi batubara, juga menambah kepercayaan diri IHSG untuk terus melaju.

"Menambah positif, karena minyak yang naik US$ 75-76 per barel. Meskipun penguatan hanya ulah dari spekulan, akibat tumpahnya minyak BP di Teluk Mexico," imbuh Gina.
(wep/epi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads