Hal itu didorong oleh faktor penguatan mata uang rupiah, dan meredanya kekhawatiran krisis di Eropa, serta dibukanya lelang Surat Utang Negara (SUN) di Selasa (22/6/2010) depan.
"Sepanjang pekan depan, indeks akan menyentuh level psikologi di 3.000 dan posisi support 2.875," ungkap Analis dari Reliance Securities, Gina Nasution saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (20/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asia memang masih melihat dari sentimen global. Kekhawatiran sementera akan euro bond juga mereda untuk sementara. Ini menjadikan Asia akan bergerak naik. Meskipun ada ada kemungkinan koreksi, karena profit taking sesaat. Ini wajar, karana indeks sudah naik cukup tinggi," paparnya.
Faktor lelang SUN yang akan terjadi pekan depan, juga diprediksi akan memperkuat posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Lelang SUN, bahkan cenderung akan mengalami kelebihan permintaan.
Dengan rupiah yang menguat, IHSG akan terus mantap berada diposisi terbaiknya, dan cenderung akan menyentuh di level 3.000. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat lalu, ditutup pada level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.160 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah akan terus menguat.
"Saham-saham perbankan dan infrastruktur masih menjadi pilihan," ucapnya.
Faktor penguatan harga minyak mentah dunia yang menyentuh US$ 75 per barel, serta naiknya harga komoditi batubara, juga menambah kepercayaan diri IHSG untuk terus melaju.
"Menambah positif, karena minyak yang naik US$ 75-76 per barel. Meskipun penguatan hanya ulah dari spekulan, akibat tumpahnya minyak BP di Teluk Mexico," imbuh Gina.
(wep/epi)











































