"Keputusan ini kami ambil setelah bertemu dengan beberapa investor baik dari dalam dan luar negeri. Kebijakan itu kami lakukan untuk mengantisipasi booming properti hingga lima tahun kedepan," jelas Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib dalam keterangannya, Senin (21/6/2010).
Semula, ELTY menargetkan dana perolehan rights issue sebesar Rp 5,4 triliun melalui penerbitan 33,931 miliar saham baru di harga Rp 160 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa masukan positif yang kami pandang memberikan hasil lebih baik untuk korporasi akhirnya berujung pada rencana kami untuk mengurangi porsi rights issue," jelas Hiramsyah.
Hiramsyah mengataka, secara umum ada 2 hal yang membuat perseroan memutuskan menurunkan nilai rights issue, yakni:
- ELTY memperoleh partner strategis untuk mengembangkan proyek secara bersama-sama.
- ELTY berhasil melakukan negosiasi ulang dengan pihak-pihak yang terkait dalam transaksi untuk mendapatkan pembayaran secara bertahap bagi tranksaksi yang akan dilakukan.
Ia mengatakan, ELTY mengkaji berbagai dinamika yang terjadi, terkait beberapa proyek yang akan dibangun menggunakan dana rights issue. Adanya dinamika tersebut membuat ELTY memutuskan mengurangi porsi pembiayaan melalui rights issue yang awalnya berjumlah Rp 5,4 triliun menjadi Rp 3,2 triliun.
Pengurangan nilai rights issue sebesar Rp 2,2 triliun terdiri atas:
- Pengurangan Rp 1,3 triliun dalam akuisisi PT Sentul City Tbk (BKSL) dan partisipasi ekuitas dalam PT Bukit Jonggol Asri (BJA) dikarenakan Bakrieland dapat melakukan pembayaran secara bertahap untuk transaksi tersebut.
- Pengurangan sebesar Rp 0,5 triliun dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana Residence (BNR) dikarenakan ELTY berencana melakukan kerjasama operasi (Joint Operation) dengan partner strategis dan aktivitas penjualan menunjukan trend yang positif didukung oleh prospek industri properti yang semakin cerah.
- Pengurangan Rp 0,4 triliun dalam pengembangan jalan tol Ciawi Sukabumi dikarenakan terdapatnya konfirmasi partisipasi dari partner strategis serta kecenderungan yang semakin tinggi untuk pendanaan sebelum IPO (pre IPO financing) bagi PT Bakrie Toll Road dalam waktu dekat.
Dengan adanya kerjasama strategis dan right issue untuk membiayai ekspansi tersebut, ELTY akan menjadi perusahaan properti dengan land bank terluas di Jabodetabek. Selain itu dengan keseriusan menggarap proyek jalan tol juga menunjukkan ELTY terus menjaga komitmen sebagai satu-satunya perusahaan properti terintegrasi yang sangat peduli dengan akses dan infrastruktur. Komitmen kuat ELTY ini tercermin dengan selesainya tol Kanci-Pejagan yang tercepat dalam pembebasan lahan dan konstruksi dibanding ruas Trans Jawa lainnya.
"Kami optimis dengan hasil rights issue ini, kinerja Bakrieland akan terus meningkat secara berkelanjutan," kata Hiramsyah.
Dengan perubahan nilai right issue maka struktur rights issue akan menjadi:
- Jumlah Right Issue : Rp 3,2 triliun.
- Harga saham baru : Rp 160 per saham.
- Jumlah saham baru : 19.959.885.695.
- Rasio : 1 : 1.
- Tanggal Cum : 2 Juli 2010 (pasar reguler).
- Periode perdagangan : 9 - 21 Juli 2010.
- Periode pelaksanaan : 9 - 21 Juli 2010.
- Jumlah Waran : Rp 1,2 triliun.
- Harga pelaksanaan : Rp 165.
- Jumlah waran : 6.985.959.993.
- Rasio : 20 saham baru mendapatkan 7 waran gratis Tanggal RUPSLB : 25 Juni 2010.
- Pembeli Siaga : PT Danatama Makmur & PT Madani Securities.
(dro/dro)











































