Regional : Bursa saham Asia menguat, dipimpin oleh perusahaan tambang dan elektronik, ditengah spekulasi akan meningkatnya permintaan dari kosumen China. BHP Billiton Ltd (+1,7%), Samsung Electronic Co (+1.6%). Bursa saham Korea KOSPI pada sesi Senin pagi dibuka menguat, akibat China mengumumkan mengenai sentiment investor untuk meningkatkan fleksibelitas mata uang. Mata uang local diperdagangkan pada 1.179,25 won terhadap dollar US pada pukul 9:15, naik 23,25 won. Nikkei (+1,65%) 10.159 KOSPI (+1,47%) 1.737 S&P/ASX200 (+1,35%) 4.613 Nikkei (+1,65%) 10.159 STI (+1,21%) 2867
Commodity: Harga minyak mentah naik untuk hari kedua di New York di tengah tanda-tanda permintaan BBM yang meningkat di AS, sebagai pengkonsumsi energi terbesar di dunia. Minyak mentah naik sebesar 1% atau 74 cents ke $ 77,92 per barel di New York Mercantile Exchange pada 9:03 a.m waktu Sydney. Harga meningkat 4,6% pekan lalu, maju untuk minggu kedua, seiring dengan ekuitas. Minyak akan naik minggu ini setelah permintaan bensin di AS naik 1,6% menjadi 9,34 juta barel per hari, tingkat tertinggi sejak Agustus, menurut survei Bloomberg. Sebelas dari 21 analis memprediksi bahwa harga minyak mentah akan meningkat. WTI Crude (+1.3%) $ 78.2/barrrel Gold 100 (+0.3%) USD 1,261/t oz CPO (+0.2%) USD 2,495/MT Nickel (-1.1%) USD 19,590/MT Tin (-1.7%) USD 17,450/MT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banking: BI optimistis dana berlebih akan terserap
Bank Indonesia optimistis dana berlebih di industri perbankan yang mencapai Rp500 triliun bakal terserap di sektor riil asalkan pertumbuhan kredit saat ini terjaga di level 17%-20%. Pjs. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan kredit perbankan saat ini sudah cukup positif jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana sempat negatif pada awal tahun.
Economic: Realisasi penarikan utang LN US$10,35 miliar
Pemerintah mencatat per 31 Maret 2010 ada pinjaman luar negeri senilai US$10,18 miliar yang uangnya belum ditarik dari donor. Angka tersebut mencerminkan 49,58 persen dari total nilai 174 proyek dan program pinjaman luar negeri yang statusnya masih aktif (on going) sebesar US$20,53 miliar. Dengan demikian, penarikan kumulatif yang telah direalisasikan baru US$10,35 miliar atau 50,42 persennya. Data Bappenas menyebutkan proyek-proyek pinjaman luar negeri yang on going hingga akhir Maret 2010 berjumlah 174 proyek. Rinciannya, 9 pinjaman program dengan nilai US$2,79 miliar, 139 pinjaman proyek US$13,36 miliar, dan 26 pinjaman proyek yang diteruspinjamkan (subsidiary loan arrangement/SLA) US$4,38 miliar.
Economic: Defisit 0% tak realistis
Kenginan positif pemerintah untuk menekan defisit anggaran hingga 0% dalam penataan anggaran negara sulit dipaksakan pada saat ini karena tidak sesuai dengan strategi pengelolaan ekonomi nasional yang masih membutuhkan ekspansi fiskal. Seperti diketahui, pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyoroti anggaran dalam penyusunan APBN. Untuk itu dia meminta rekomendasi dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) guna meniadakan defisit anggaran dalam pengelolaan ekonomi nasional ke depannya.
Energy: Pertamina Tambah 15 SPBU COCO di 2010
PT Pertamina (Persero) akan menambah 15 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO (Company Owned Company Operated) pada tahun ini. Saat ini, BUMN Migas itu telah memiliki 53 SPBU COCO yang dioperasikannya sendiri. BUMN migas itu telah mengalokasikan dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 3,8 Triliun untuk pembangunan SPBU COCO dalam lima tahun ke depan. Dimana membangun satu SPBU COCO dibutuhkan dana sekitar Rp 5-24 miliar, tergantung pada ukuran dan fasilitasnya. Saat ini rata-rata SPBU COCO milik Pertamina menjual 50 Kiloliter (KL) per hari.
Banking: 11 Bank RI Dapat Pinjaman US$ 1 Miliar
Sebelas bank di Indonesia mendapat komitmen awal untuk menerima fasilitas pembiayaan dari Bank Ekspor Impor (Exim Bank) AS sebesar US$ 1 miliar. Pembiayaan perbankan di Indonesia ini bagi 11 bank yang dapat digunakan untuk keperluan proyek yang terkait pembelian barang-barang dari USA. Kesebelas bank yang mendapatkan fasilitas ini adalah Indonesia Eximbank, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, Bank Danamon, Panin Bank, Bank CIMB-Niaga, Bank OCBC Indonesia, Bank Internasional Indonesia, dan Bank UOB Buana.
Banking: Survei BI: Kredit Perbankan Tumbuh 6 Persen
Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2010 akan meningkat, yang ditunjukkan peningkatan saldo bersih tertimbang (SBT) secara signifikan dari 54,5 persen menjadi 92,9 persen. Berdasarkan survei BI yang dipublikasikan, mayoritas responden dari 13 bank dengan bobot kredit sebesar 46,3 persen memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit baru pada kuartal II-2010 berkisar empat sampai enam persen.
Energy: Kenaikan TDL Tak Berimbas ke BI Rate
Bank Indonesia melempar sinyal rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) Juli nanti tidak akan membawa imbas berarti pada tingkat inflasi dan pada kelanjutannya efek pada tingkat suku bunga acuan alias BI rate. Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan, dalam hitungannya, imbas kenaikan TDL ia perkirakan hanya akan menyumbang kenaikan inflasi sekitar 0,3%.
Corporate News
PTBA: Bidik Kenaikan Penjualan 15% di Semester-I 2010
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan volume penjualan batubara pada semester I-2010 akan naik sekitar 10-15% dari penjualan periode yang sama tahun lalu, sebesar 5,8 juta ton. Meskipun volume penjualan naik pada periode Januari hingga Maret 2010, namun harga jual rata-rata (tertimbang) tercatat turun hingga 32% dibanding periode yang sama tahun 2009, menjadi Rp 555.457 per ton. Dengan demikian, maka perseroan mencatat penurunan penjualan sebesar 23,56%, menjadi Rp 1,781 triliun, dari posisi sebelumnya Rp 2,330 triliun. Hal ini juga berdampak pada turunnya laba bersih 59,47%, dari sebelumnya Rp 920,568 miliar.
TRIM: Spin Off Aset Manajemen Tuntas Awal 2011
PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) menargetkan pemisahan (spin off) unit aset manajemennya akan selesai paling lambat awal tahun 2011. Perseroan pun mengaku masih membutuhkan dana tambahan, jika spin off ini dilaksanakan. Direktur Trimegah, Karman Pamuhardi menambahkan, perseroan juga membidik pendapatan Rp 250 miliar sepanjang tahun 2010. Pendapatan masih didominasi oleh pendapatan brokerage margin, sebesar Rp 107 miliar.
BBTN: BTN siap ikut program rumah sederhana
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebagai bank utama penyalur kredit pemilikan rumah siap menjadi mitra Kemenpera dalam menerapkan pola pembiayaan baru subsidi berupa penyediaan fasilitas likuiditas rumah sederhana sehat (RSh) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Direktur Bank BTN Irman A. Zahiruddin mengatakan pihaknya sudah melakukan simulasi dan persiapan terhadap rencana perubahan pola subsidi dari selisih bunga dan uang muka menajadi fasilitas likuiditas.
BBNI: BNI biayai Waskita Rp2,6 triliun & US$15 juta
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan fasilitas kredit sebesar Rp2,6 triliun dan US$15 juta kepada PT Waskita Karya (Persero). Direktur Bisnis BNI Krishna Suparto menjelaskan pinjaman kredit itu terdiri dari cash loan kredit modal kerja sebesar Rp900 miliar, non-cash loan sebesar Rp1,7 triliun, serta US$15 juta berupa letter of credit (L/C) dan surat berdokumen dalam negeri. Kredit ini, lanjutnya, tidak hanya untuk PT Waskita Karya (WK), tetapi juga untuk para mitra perusahaan yang terdiri dari sub kontraktor dan pemasok. Krishna mengatakan saat ini perseroan memang sedang gencar memberikan kredit dengan pola seperti itu.
BBRI: Kucurkan Rp 8 Triliun Untuk Modal Kerja dan Investasi BUMN
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan mengucurkan kredit sebesar Rp 7-8 triliun untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi sejumlah BUMN pada kuartal III-2010. Rencananya pada bulan ini, BRI akan menandatangani perjanjian pemberian kredit senilai Rp 1-1;5 triliun dengan Telkom. Pinjaman dengan tenor 5 tahun tersebut akan digunakan Telkom untuk belanja modal pada tahun ini. Sementara untuk Pertamina, BRI telah menyatakan komitmennya untuk membantu BUMN migas tersebut dalam mendanai proyek Donggi Senoro. Dari porsi kebutuhan dana sebesar Rp 8 triliun yang disanggupi sindikasi perbankan nasional, BRI berkomitmen mengucurkan dana senilai Rp 2 triliun untuk proyek yang berada di Sulawesi Tengah tersebut.
ISAT: Utang Jatuh Tempo Capai Rp 453 Miliar di 2010
PT Indosat Tbk (ISAT) punya utang jatuh tempo sebesar Rp 453 miliar tahun 2010. Utang tersebut terdiri dari mata uang rupiah sebanyak Rp 282 miliar dan sisanya Rp 171 miliar dalam Dolar Amerika Serikat (AS). Total kewajiban yang harus dibayar perseroan hingga tahun 2032 mencapai Rp 2,78 triliun. Sebanyak 43% dari utang itu dalam bentuk Dolar AS dan sisanya 57 persen dalam rupiah. Jika dilihat dari jenis utangnya, sebanyak 44 persen dari total utang itu berbentuk obligasi dan sisanya 56% pinjaman perbankan.
TLKM: Dapen Telkom jaga rasio dana
Dana Pensiun Telkom (Dapen Telkom) akan menjaga rasio kecukupan dana (RKD) pada level yang aman mengingat pada bulan ini rasio pendanaan sedikit melorot menjadi 90%. Direktur Kepesertaan Dapen Telkom Totok Subiyanto mengatakan peningkatan investasi tetap dilakukan sehingga hasil investasi dapat mendorong kenaikan rasio pendanaan dalam membayar kewajiban manfaat pasti. Pada April lalu, pihaknya mampu mencatatkan RKD hingga menyentuh 100,2%, level RKD tertinggi seiring dengan hasil investasi pada kuartal pertama yang cukup baik sehingga mendorong pertumbuhan imbal hasil.
Â
BNII: BII Finance ekspansi jaringan
PT BII Finance Center akan membuka beberapa cabang pada semester kedua tahun ini guna menggejot penyaluran pembiayaan baru yang setelah pada kuartal pertama kinerja positif. Presiden Direktur BII Finance Alexander mengatakan perseroan tetap menargetkan penyaluran pembiayaan baru atau booking sepanjang tahun ini total mencapai Rp2,8 triliun atau setara dengan penyaluran kredit 20.000 unit kendaraan.
SMMT: Rajawali Alihkan Aset Ke Eatertainment US$1,1 Miliar
PT Rajawali Plantations berencana memindahkan seluruh aset perseroan senilai US$1,1 miliar atau sekitar Rp10,1 triliun ke perusahaan yang baru diakusisinya, PT Eatertaiment Interantional Tbk (SMMT). Rencananya pemindahan aset anak usaha Rajawali Group yang dimiliki pengusaha Peter Sondakh itu menyusul aksi akusisi 70,85% saham Eatertaiment oleh dua perusahaan afilisasi Rajwali Group, yakin Mutiara Timur Pratama dan GreenPalm Resources Pte Ltd. Nilai akusisi sekitar Rp12,74 miliar.
ELTY: Pangkas Target Right Issue Jadi Rp3,2 Triliun
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengurangi target perolehan dana rights issue sebesar Rp2,2 triliun, dari Rp5,4 triliun menjadi Rp3,2 triliun. Pasalnya perseroan akan menjalin kerja sama operasi dengan sejumlah mitra strategis. Pengurangan nilai penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut diputuskan setelah perseroan menemui beberapa institusi asing dan lokal.
DOID: Jajaki Refinancing Obligasi US$315 Juta
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menjajaki pelunasan utang obligasi senilai US$315 juta dengan pinjaman bank (refinancing). Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban bunga perseroan. Saat ini, Delta mencatat sejumlah utang yang akan jatuh tempo pada 2013 dan 2014. Delta akan mencari pinjaman bank untuk melunasi obligasi senilai US4315 juta. Perseroan sedang mendekati sejumlah bank asing, salah satunya adalah Standard Chartered Bank.
TRAM: Beli Kapal US$150 Juta
PT Trada Maritime Tbk (TRAM) akan membeli lima kapal baru bertipe curah kering (dry bulk) senilai total US$150 juta atau sekitar Rp 1,37 triliun. Harga kapal tipe tersebut masing-masing berkisar US$25-30 juta. Rencana pembelian lima kapal tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan bersaig di dunia interansional. Dana pembelian kapal dianggarkan dalam capex perseroan tahun ini sebesar US4200 juta atau sekitar Rp1,83 triliun.
Corporate Action
- Hari ini (21/6), cum dividen Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 12,6 per saham Ex date (22 Jun 2010)
- Hari ini (21/6), cum dividen Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) Rp 225 per saham Ex date (22 Jun 2010)
- Hari ini (21/6), cum dividen Medco Energi International Tbk (MEDC) US$0,0029 per saham Ex date (22 Jun 2010)
Technical Picks
- JSMR (2125) - Trading Buy
- PTBA (16750) - Trading Buy
- DOID (1050) - Trading Buy
- UNTR (18800) - Trading Buy
(dro/dro)











































