IHSG Cetak Rekor Baru Sepanjang Sejarah

Sesi I

IHSG Cetak Rekor Baru Sepanjang Sejarah

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2010 12:11 WIB
IHSG Cetak Rekor Baru Sepanjang Sejarah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam 43 poin dan mencetak rekor baru sepanjang sejarah di level 2.973 pada perdagangan sesi I hari ini. Sentimen positif bursa Asia memicu aksi beli massif pada saham-saham unggulan.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.929,985 dan langsung meloncat tajam ke level 2.975,035, naik tajam 46 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.929,589.

Penguatan IHSG terjadi sejak awal perdagangan seiring dengan tren penguatan bursa-bursa regional Asia. Penguatan bursa-bursa Asia dipicu oleh kebijakan pemerintah China yang menjanjikan adanya perdagangan mata uang Yuan secara lebih fleksibel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, negara-negara maju menekan China untuk mengangkat nilai tukar Yuan. Pemerintah China dituding sengaja menekan mata uangnya bernilai rendah untuk mendongkrak perdagangan eksportir-eksportirnya. AS merasa kebijakan ini telah merugikan perdagangan dunia.

China menyanggah tudingan tersebut, namun pemerintah China menjanjikan adanya fleksibilitas yang lebih pada perdagangan mata uang Yuan. Meski pada pardagangan tadi pagi nilai tukar Yuan masih stabil di level 6,8275 per dolar AS, namun sentimen positif janji China terhadap fleksibilitas Yuan membuat pasar saham naik tajam.

Pelaku pasar melihat kebijakan China ini akan meningkatkan likuiditas aliran dana global. IHSG pun langsung terkerek cukup tinggi hingga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya berada di level 2.971,252 pada 30 April 2010.

Pada perdagangan Senin (21/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tajam 43,773 poin (1,49%) ke level 2.973,362. Indeks LQ 45 juga naik 10,317 poin (1,81%) ke level 580,042.

Transaksi investor asing pun mencatat pembelian bersih sebesar Rp 293,378 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.568 kali pada volume 2,787 miliar lembar saham senilai Rp 2,464 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 63 saham turun dan 59 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tajam

  • Indeks Shanghai naik 49,13 poin (1,96%) ke level 2.562,36.
  • Indeks Hang Seng melesat 576,47 poin (2,84%) ke level 20.863,18.
  • Indeks Nikkei 225 naik tajam 222,27 poin (2,14%) ke level 10.208,47.
  • Indeks Strait Times 46,36 poin (1,64%) ke level 2.879,76.


Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.600 ke Rp 50.150, Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 17.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 19.450, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 16.650, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 17.350.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 34.500, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.900, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 8.900, Tri Polyta (TPIA) turun Rp 50 ke Rp 2.075.

 

 
(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads