Menurut Komisaris BIPI dan juga ELSA, Erry Firmansyah, realisasi finalisasi akuisisi masih terhambat berbagai masalah kelengkapan yang bersifat administratif. Sayangnya, ia enggan membeberkan detilnya.
Namun menurut kabar yang diterima detikFinance, realisasi akuisisi sisa 12,55% saham tersebut terhambat lantaran saham-saham milik TDE itu masih tersangkut pada krediturnya. TDE dikabarkan belum dapat membebaskan 12,55% saham tersebut lantaran belum dapat melunasi utang gadai sahamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih terus berjalan. Kalau batal juga diumumkan. Tenang saja," ujar Erry kepada detikFinance, Senin (21/6/2010).
Semula, manajemen BIPI berkomitmen dapat merampungkan seluruh proses akusisi pada 12 Juni 2010. Rupanya, target finalisasi akuisisi molor lantaran adanya masalah administratif.
Kendati demikian, manajemen menargetkan finalisasi akuisisi dapat diselesaikan dalam 2-4 minggu mendatang. Pada Februari 2010, BIPI menyebutkan rencananya untuk akusisi saham ELSA, di harga Rp 330 per saham, atau total Rp 894,82 miliar. Kesepakatan ini tertuang dalamΒ Conditional Share Sale and Purchase Agreement (CSSPA) tertanggal 10 Februari 2010. BIPI dan TDE juga telah menyelesaikan pemenuhan syarat CSSPA pada 12 Maret 2010.
Hingga 12 Maret 2010, BIPI baru memiliki 24,60% saham ELSA. Dana yang telah disetor sebesar Rp 592,5 miliar. Sedangkan sisa pembayaran tahap II, sebesar Rp 302,5 miliar (12,55%) ditargetkan rampung tahun ini.
Pelepasan Saham Patrakom
Tender penjualan PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom), siap dilakukan usai penawaran kepada pemegang saham minoritas dilakukan, yaitu PT Tanjung Mustika. Perusahaan yang disebut terakhir hanya memiliki 20% di Patrakom.
Sedangkan ELSA dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), mempunyai 40%. Kedua emiten tersebut telah bersepakat untuk menjual saham mereka yang ada di Patrakom.
"Kalau HMETD sudah dilakukan ke pemegang minoritas, baru kita akan tender. Sampai kini peminat sudah ada dan cukup besar," jelas Santun.
Direktur Utama TLKM, Rinaldi Firmansyah sebelumnya menyebut, divestasi Patrakom menjadi target perseroan dapat rampung di tahun 2010.
Pelepasan ini dilakukan agar perseroan fokus pada inti bisnis perseroan, hingga tidak terjadi tumpang-tindih di antara anak usaha perseroan lainnya.
Β
Β
(wep/dro)











































