IHSG dibuka naik tipis ke level 2.929,985 dan langsung meloncat tajam ke level 2.981,278, naik tajam 52 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.929,589.
Penguatan tajam bursa-bursa regional Asia mempengaruhi penguatan tajam IHSG hari ini. Penguatan bursa global menguat dipicu oleh sentimen positif kebijakan pemerintah China yang mengisyaratkan akan memberikan fleksibilitas atas nilai mata uang Yuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG pun sempat terkerek cukup tinggi hingga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya berada di level 2.971,252 pada 30 April 2010.
Sayangnya, menjelang penutupan pasar, pelaku pasar berbondong-bondong melakukan aksi jual massif pada sebagian besar saham-saham unggulan, terutama dipicu oleh koreksi saham Astra International (ASII), Telkom (TLKM), Bank Mandiri (BMRI) dan Indo Tambang (ITMG).
Aksi jual massif ini serta merta mengikis laju kenaikan IHSG. Investor sepertinya memutuskan melakukan aski ambil untung (profit taking) guna mengantisipasi kebutuhan dana untuk mengangkat harga-harga saham pada perdagangan besok.
Pada perdagangan Senin (21/6/2010), IHSG ditutup naik tipis 12,314 poin (0,42%) ke level 2.941,903. Indeks LQ 45 juga naik 2,618 poin (0,45%) ke level 572,343.
Aaktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,809 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,386 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing sebesar Rp 423,298 miliar.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 119.685 kali pada volume 6,347 miliar lembar saham senilai Rp 5,227 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 85 saham turun dan 71 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tajam
- Indeks Shanghai naik tajam 72,99 poin (2,90%) ke level 2.586,21.
- Indeks Hang Seng melesat 625,47 poin (3,08%) ke level 20.912,18.
- Indeks Nikkei 225 naik tajam 242,99 poin (2,43%) ke level 10.238,01.
- Indeks Strait Times naik 55,69 poin (1,97%) ke level 2.889,09.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 16.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.300, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 17.200, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 16.950.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 34.500, Astra International (ASII) turun Rp 300 ke Rp 48.250, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 38.450, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.900.
Â
Â
(dro/qom)











































