Rajawali Rombak Manajemen Eatertainment

Rajawali Rombak Manajemen Eatertainment

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2010 17:47 WIB
Rajawali Rombak Manajemen Eatertainment
Jakarta - Rajawali Group merombak susunan dewan direksi dan komisaris PT Eatertainment International Tbk (SMMT) dan menempatkan Managing Director Rajawali untuk sektor Agrikultur, Nicolas Bernadus Tirtadinata sebagai Direktur Utama SMMT.

Demikian hasil RUPS Tahunan yang baru saja selesai digelar di Apartemen Somerset, Jalan DR Satrio Jakarta, Senin (21/6/2010).

Dengan penempatan Nicolas sebagai Direktur Utama SMMT, semakin membenarkan kabar kalau Rajawali Group akan mengubah lini usaha SMMT ke sektor perkebunan sawit. Selain Nicolas, Rajawali juga menempatkan orang-orang lainnya dalam manajemen SMMT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Managing Director Corporate Relations Mining & Resources Rajawali Group, Darjoto Setyawan juga mendapat kursi Komisaris Utama SMMT. Berikut susunan direksi dan komisaris SMMT yang baru:


  • Direktur Utama : Nicolas Bernadus Tirtadinata,
  • Direktur : Seen Teck Ann
  • Direktur : Oktobriana
 

  • Komisaris Utama : Darjoto Setiyawan
  • Komisaris : Harry Wiguna
  • Komisaris : Indradjati W.
  • Komisaris  (Independen) : Suharta Tirtaadmadja

Rajawali mengakuisisi 70,85% saham perseroan melalui dua perusahaan afiliasinya, Green Palm Resources dan Mutiara Timur Pratama senilai Rp 12,739 miliar.

Selain dua perusahaan milik Rajawali tersebut, pada 13 April 2010, Eagle Capital, perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama Harry Wiguna bersama dengan rekannya mantan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah, juga telah membeli 10 juta (12,5%) saham SMMT pada harga Rp 225 per saham senilai Rp 2,250 miliar. Pembelian dilakukan dari pemegang saham sebelumnya bernama Elsini Tirta yang merupakan pemegang saham individual.

PT Mutiara Timur Pratama, selaku pemegang saham pengendali SMMT, juga telah melakukan penawaran terbuka (tender offer) atas sisa saham sebanyak 23.295.500 lembar saham biasa di harga Rp 230 per saham, dan harga nominal Rp 125 untuk setiap saham.

Sayangnya, baik Nicolas maupun Darjoto belum dapat memberikan informasi mengenai realisasi perubahan lini usaha SMMT yang akan dilakukan group Rajawali usai akuisisi ini.

"Kita melihat potensi yang bisa dikembangkan, namun tidak lepas dari bisnis Rajawali saat ini, yaitu mining, plantation dan properti. Kalau direksi butuh waktu tiga bulan untuk penyesuaian, kami membutuhkan enam bulan sampai dengan akhir tahun," ucap Darjoto.

"Saya saja baru jadi Direktur Utama. Jadi tidak semua pertanyaan bisa dijawab, karena sedang finalisasi," imbuh Nicolas.

 

 

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads