China Beri 'Gula-gula' Jelang KTT G20

Rencana Fleksibilitas Yuan

China Beri 'Gula-gula' Jelang KTT G20

- detikFinance
Selasa, 22 Jun 2010 08:56 WIB
China Beri Gula-gula Jelang KTT G20
Jakarta - Rencana China untuk membuat mata uangnya lebih fleksibel hanyalah upaya diplomatis menjelang pertemuan G-20. Langkah itu diambil untuk menghindari tekanan-tekanan dari negara lain.

"Sebentar lagi meeting G-20, dari pada dihajar terus-menerusan, jadi dikasih gula-gula sedikit," ujar Ekonom dari Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/6/2010) malam.

Purbaya menilai Pemerintah China hanya sedikit melonggarkan nilai tukar mata uangnya, bukan melakukan perombakan secara menyeluruh. Pemerintah China tetap akan terus menjaga nilai tukar mata uangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"China tidak merevaluasi, tapi merubah dari peg menjadi tidak peg lebih loose, tapi tetap akan dijaga juga," ujarnya.

Purbaya menyatakan China pasti akan berkaca dari pengalaman Jepang yang mengalami kesulitan ekonomi karena tidak menjaga mata uangnya. Mata uang Jepang, Yen pada tahun 1985 pernah menguat hingga 100% dalam jangka waktu 1 tahun.

"Jadi China melihat betul sejarah Jepang dan tidak  akan seceroboh Jepang memperkuat mata uangnya secara signifikan," imbuhnya.

Purbaya mengaakui kebijakan tersebut berimbas bagi Indonesia. Dampaknya adalah penguatan daya saing produk-produk domestik. Pasalnya, selama ini dengan kebijakan yang ada, Indonesia tidak dapat berbuat banyak.

"Kalau itu dibiarkan melemah daya saing kita akan menguat. Tapi jangan berharap terlalu banyak, karena mereka tidak  sebodoh yang kita kira," tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah China telah mengumumkan akan membuat mata uangnya lebih fleksibel, sehingga membuncahkan harapan Beijing akan segera melakukan penyesuaian atas patokan mata uangnya. Pengumuman itu dilakukan sesaat setelah China mendapatkan berbagai tekanan untuk segera melakukan revaluasi mata uangnya.

Langkah itu langsung membuat yuan menguat ke titik tertingginya dalam 5 tahun terakhir, sementara bursa-bursa Asia langsung melonjak tajam. Pada perdagangan hari ini, yuan melonjak hingga 6,7974 dolar, yang merupakan titik tertinggi sejak Beijing melakukan revaluasi pada Juli 2005. Namun yuan masih berada di kisaran yang diperbolehkan di level 6,7934 hingga 6,7934 dolar.

China secara efektif telah mematok mata uangnya di kiasaran 6,8 dolar sejak tahun 2008. Yuan hanya diperbolehkan bergerak pada kisaran 0,5% di sekitar patokan tersebut.

Pasar menyambut baik pernyataan Bank Sentral China yang akhirnya melunak dan mau meningkatkan fleksibilitas mata uangnya. Bursa-bursa regional kemarin sempat melonjak meski hari ini akhirnya mengalami koreksi lagi.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads