Ini dilakukan terkait rencana masuknya Bakrieland sebagai investor strategis, dengan menyerap 1,278 miliar saham baru yang diterbitkan Bukit Jonggol senilai Rp 1,917 triliun.
Demikian disampaikan Presiden Direktur Sentul City Charles Sidik Jonan dalam paparan publik di Hotel Golden Buoutiqe Jalan Angkasa, Jakarta, Selasa (22/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan pengembangan lahan perseroan yang dimiliki, Sentul City menggandeng Bakrieland sebagai investor strategis di anak usahanya yaitu Bukit Jonggol. Salah satu perusahaan grup Bakrie ini akan menguasai mayoritas saham Bukit Jonggol, dengan pembelian 1,278 miliar saham baru dari 1,413 miliar saham yang diterbitkan. Sisanya saham, 135 juta lembar, akan diambil oleh Sentul City.
Harga pembelian saham Bukit Jonggol, baik yang akan diserap Bakrieland ataupun Sentul City adalah Rp 1.500 per lembar. Hingga nantinya, Bukit Jonggol akan mendapat dana segar dari Bakrieland sebesar Rp 1,917 triliun. Sedangkan dari Sentul City, ditaksir mencapai Rp 202 miliar.
Dengan masuknya Bakrieland di Bukit Jonggol, secara otomatis struktur kepemilikan saham akan berubah. Sentul City yang sebelumnya memiliki 88,56% di Bukit Jonggol, akan terdelusi menjadi 49%. Dan Bakrieland, akan menjadi pemegang saham mayoritas baru sebanyak 51%.
"Kerja sama diharapkan akan dapat mengembangkan secara optimal lahan potensial yang dimiliki Bukit Jonggol, baik yang sudah dimiliki saat ini seluas 11.021,32 ha, maupun tanah milik perseroan 500,39 ha di Desa Karang Tengah, dan lahan di kawasan Jonggol seluas 1.393,68 ha yang akan dibeli dari PT Cipta Prima Nusa," jelas Direktur Sentul City, Andrian Budi Utama.
"Nanti tanah perseroan yang 500,39 ha akan dibeli Bukit Jonggol sebesar Rp 1 triliun, yang didapat dari penerbitan saham baru Bukit Jonggol, dengan nilai Rp 2,1 triliun," paparnya.
Tarik Investor Luar
Selain Bakrieland, Sentul City juga berencana untuk menarik investor dari luar ngeri untuk mengembangkan anak usahanya yaitu Bukit Jonggol. Saat ini sudah ada beberapa investor asing asal Hongkong san Timur Tengah yang mengajukan permohonan kerjasama tersebut.
"Ada investor, asal luar negeri. Dari Hongkong dan Timur Tengah. Mereka juga siap kembangkan Bukit Jonggol. 2000 ha lahan yang belum akan dikembangkan, termasuk juga yang sudah," papar Direktur Sentul City Andrian Budi.
Calon investor strategis tersebut, baru menyampaikan penawaran secara informal, hingga belum ada kesepakatan yang bisa dituangkan dalam perjanjian.
Nantinya, dengan masuknya investor strategis lain, termasuk juga Bakrieland, diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan kawasan Jonggol, yang investasinya ditaksir mencapai Rp 5 triliun.
(wep/dnl)











































