Bukit Uluwatu Jajaki Pinjaman Bank Rp 100 Miliar

Bukit Uluwatu Jajaki Pinjaman Bank Rp 100 Miliar

- detikFinance
Selasa, 22 Jun 2010 15:40 WIB
Bukit Uluwatu Jajaki Pinjaman Bank Rp 100 Miliar
Jakarta - PT Bukit Uluwatu Villa tengah menjajaki pinjaman perbankan hingga Rp 100 miliar. Dananya akan digunakan untuk pendanaan dua proyek baru perseroan di kawasan Bintan dan Manado.

"Untuk pendanaan dari perbankan paling banyak Rp 100 miliar, tapi sepertinya tidak sampai segitu," ujar Direktur Utama Bukit Uluwatu, Franky Tjahyadikarta di restoran Meradelima, Jakarta, Selasa (22/6/2010).

Dana tersebut, lanjutnya, rencananya akan digunakan untuk menambah kebutuhan dana 2 proyek terkini perseroan, yakni Alila Bintan dan Alila Manado. "Proyek Alila Bintan nilainya sekitar Rp 250 miliar," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini milik PT Buana Megawisatama dan PT Verizon Indonesia. Menurut Franky, Bukit Uluwatu akan mengakuisisi 100% saham di proyek tersebut senilai Rp 250 miliar.

"Untuk proyek Alila Manado digarap oleh PT Sitaro Mitra Abadi. Kami memiliki 65% saham disana. Total nilai proyek sekitar Rp 120-130 miliar. Jadi porsi kita sekitar Rp 100 miliar," ujarnya.

Investasi yang disiapkan untuk pengembangan dua proyek ini mencapai Rp 350 miliar. Sebagian besar dana akan diperoleh melalui hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Bukit Uluwatu akan melepas 857.142.500 saham (30%) ke publik dengan kisaran harga Rp 230-260 per saham. Itu berarti, dana IPO akan berkisar antara Rp 197,142 miliar hingga Rp 222,857 miliar.

Dari dana tersebut, untuk akuisisi proyek Bintan akan menggunakan 48% dana IPO atau sekitar Rp 100 miliar, sedangkan untuk investasi di Alila Manado akan menggunakan dana IPO sebesar 32% atau sekitar Rp 71 miliar.

"Untuk proyek Bintan masih butuh dana sekitar Rp 150 miliar, nanti akan dipenuhi dari penjualan 12 vila pribadi di proyek tersebut. Nilainya belum tahu, sisanya dari perbankan. Untuk Manado, sisanya akan diambil dari pinjaman perbankan," ujarnya.

Saat ini, ujarnya, perseroan tengah melakukan pembicaraan dengan 2-3 bank lokal terkait pinjaman tersebut. Namun jumlah pastinya masih belum ditentukan.

"Karena besarnya pinjaman akan tergantung pada hasil penjualan 12 vila di Alila Bintan," ujarnya.

Β 

Β 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads