Regional : Bursa saham Asia kembali melemah setelah turunnya penjualan rumah AS yang meningkatkan kekhawatiran terhadap kuatnya pertumbuhan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Toyota Motor Corp., yang memperoleh 77% dari pendapatannya di luar Jepang, turun sebesar (-1.7%) di Tokyo setelah dolar dan euro melemah terhadap yen. Nintendo Co. (-4%). BHP Billiton Ltd (-1.2%) di Sydney setelah merosotnya harga minyak dan tembaga. Nikkei 225 (-1.5%) 9,956 S&P/ASX 200 (-0.8%) 4522 KOSPI (-0.22%) 1,727 STI (-0.6%) 2,855
Commodity: Harga minyak turun pada hari kedua perdagangan minggu ini di New York sebagai dampak atas laporan peningkatan pasokan minyak mentah dan laporan penjualan rumah di AS pada bulan Mei yang menurun diluar ekspektasi, dimana hal ini mengisyaratkan keadaan ekonomi sedang berjuang untuk pulih. Harga minyak menurun setelah laporan penjualan rumah tidak sesuai ekspektasi menurun 2,2 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β Β Β
WTI Crude (-0.5%) $ 77.5/barrel, Gold 100 (0.0%) USD 1,240 / MT, CPO (-0.2%) RM 2,494 / MT, Nickel (-1.0%) USD 19,650 / MT, Tin (+1.4%) USD 18,150 / MT.
Economic & Industrial News
Banking: Perubahan bunga belum berdampak ke PUAB
Perubahan koridor suku bunga dinilai belum berdampak signifikan terhadap pasar uang antarbank (PUAB) meskipun terjadi peningkatan terhadap nilai transaksi fasilitas tersebut. Direktur Treasury & Internasional Bank Mandiri Thomas Arifin menyampaikan perubahan koridor suku bunga belum berdampak signifikan pada PUAB karena BI setiap hari mengadakan fine tune kontraksi dan penyerapan likuiditas.
Economic: Utang Luar Negeri Nganggur US$ 45,1 Juta
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat, hingga Mei 2010, potensi utang luar negeri yang tidak digunakan (potential loan surplus) sebesar US$ 45,1 juta dari total pinjaman yang mencapai US$ 20,5 miliar. Direktur Pendayagunaan Pendanaan Pembangunan Bappenas Benedictus Benny Setiawan mengatakan, potential loan surplus tertinggi berasal dari Kementerian Kesehatan, yaitu sebanyak US$ 14,5 juta. Selanjutnya, Kementerian Dalam Negeri sebesar US$ 8,1 juta dan Kementerian Pekerjaan Umum US$ 8 juta.
Banking: BI: Bunga Deposito Bank Naik
Bank Indonesia (BI) mencatat sampai dengan pekan ketiga bulan Juni 2010 suku bunga kredit perbankan terus menunjukkan penurunan. Namun untuk suku bunga deposito mengalami kenaikan tipis sebesar 2 bps. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan secara umum selama minggu ketiga Juni 2010 untuk rupiah turun dari 12,54% menjadi 12,50% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Suku bunga deposito 1 bulan untuk rupiah naik dari 6,52% menjadi 6,54% dan valas turun dari 1,24% menjadi 1,23%.
Agri: Sawit RI Dapat Dispensasi Dari Uni Eropa
Pihak Uni Eropa telah mengeluarkan daftar produk sawit dari katagori zat kimia berbahaya yang diatur dalam ketentuan Registration, Evaluation, Authorization, and Restriction of Chemicals (REACH). Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan hasil ini merupakan hasil perjuangan pemerintah memperjuangkanΒ kepentingan Indonesia dengan meyakinkan pihak Komisi Eropa. Komisi Eropa telah melakukan amandemen Annex IV dan V Regulasi EC No. 1907/2006 dengan diterbitkannya regulasi (EC) No. 987/2008 tanggal 8 Oktober 2008. Nilai ekspor produk minyak sawit Indonesia ke negara-negara anggota Uni Eropa cukup tinggi senilai US$ 1,07 milyar di tahun 2007, dan pada tahun 2008 sebesar US$ 2,01 miliar, sementara pada tahun 2009 sebesar US$ 2,26 miliar.
Economic: Pemerintah Jual Obligasi Negara Rp6,73 Triliun
Pemerintah menjual obligasi negara atau surat utang negara (SUN) senilai Rp6,73 triliun melalui lelang Selasa dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp22,52 triliun. Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyebutkan, empat seri SUN yang dilelang adalah SPN20110609, FR0028, FR0040, dan FR0050. Keempat seri SUN itu sebelumnya pernah ditawarkan. Jumlah dimenangkan untuk SPN201110609 mencapai Rp1,80 triliun dengan yield/price 6,25 persen, dan akan jatuh tempo 9 Juni 2011. Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp10,45 triliun dengan yield/price tertinggi 6,75 persen dan terendah 6,22 persen. Jumlah dimenangkan untuk FR0028 sebesar Rp1,23 triliun dengan imbal hasil 7,69 persen, tingkat kupon 10 persen, dan jatuh tempo 15 Juli 2017. Penawaran yang masuk mencapai Rp5,10 triliun dengan imbal hasil tertinggi 8,25 persen dan terendah 7,63 persen.
Corporate news
SIPD: Ekspansi Usaha, Siapkan Duit Rp 605 miliar
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) mengalokasikan dana sebesar Rp 605 miliar untuk biaya pengembangan bisnis. Rencananya, perusahaan peternakan ini akan membangun tempat peternakan dan penetasan (breeding farm and hatchery), rumah potong dan commercial farm dan 50 outlet Belmart. Head of Corporate Secretary, Corporate Finance and Investor Relation SIPD, Elies Lestari Setiawan mengatakan seluruh proyek tersebut akan dimulai pembangunannya pada tahun ini. Namun proyek tersebut baru akan rampung secara keseluruhan dalam dua tahun.
BKSL: Beli 135 Juta Saham Baru Bukit Jonggol
PT Sentul City Tbk (BKSL) berniat memborong saham baru PT Bukit Jonggol Asri. Tujuan pembelian ini untuk mempertahankan kepemilikan sahamnya di perusahaan properti itu. Sentul City sejatinya menguasai 88,54% saham Bukit Jonggol. Namun, agar tak terdilusi akibat penerbitan saham baru, Sentul City akan membeli 135 juta saham baru Bukit Jonggol. Bukit Jonggol berencana menerbitkan saham baru sebanyak 1,4 miliar dengan harga Rp 1.500 per saham. Dengan pembelian ini nantinya komposisi kepemilikan saham di Bukit Jonggol akan berubah. BKSL akan menguasai 49% saham Bukit Jonggol.
WOMF: 14,80% Saham Dilego Rp 91,906 Miliar
Broker PT UOB Kay Hian Securities (AI) telah memfasilitasi transaksi pembelian 14,80% saham PT WOM Finance Tbk (WOMF) di pasar negosiasi senilai Rp 91,906 miliar. Harga transaksi dilakukan antara Rp 300-340 per saham. UOB Kay Hian melakukan pembelian dari broker PT JP Morgan Securities Indonesia (BK) sebanyak 2 kali. Total saham yang dibeli dari JP Morgan sebanyak 67.530.000 saham (3,37%) pada harga Rp 300 per saham. Totalnya sebesar Rp 20,259 miliar. Pihak penjual dari broker JP Morgan menyandang status investor asing (F).
BMRI: Mandiri kaji target pertumbuhan kredit
PT Bank Mandiri Tbk akan mengkaji target kenaikan kredit dari rencana bisnis tahun ini yang semula diproyeksikan tumbuh sekitar 18%-20% menyusul tren pasar kredit semakin meningkat. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan kredit sampai saat ini terlihat tumbuh cukup baik. Dia optimistis rencana pertumbuhan sampai akhir tahun sekitar 18%-20% bisa terlampaui.
BABP: Kuartal I 2010, Cetak Laba Rp 11,5 Miliar
Bank ICB Bumiputera mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp 11,5 miliar pada kuartal pertama 2010. Angka ini naik 1,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,3 miliar. Dalam rilisnya, Manajemen Bank ICB Bumiputera menjelaskan, kenaikan ini ditopang pinjaman Net Interest Margin (NIM) yang realtif besar, dari bisnis kartu kredit, mikro financing dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Selain itu, kenaikan juga ditopang oleh keberhasilan ICB untuk menekan Non Performing Loan atawa (NPL) dari 4,35% menjadi 3,55%. Management Bank ICB mengklaim, per akhir Maret lalu, ICB telah berhasil meningkatkan efisiensi bank. Hal ini terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun dari 105,73% menjadi 91,30%. Tahun ini, Bank ICB akan fokus pada penetrasi ke segmen ritel dan mikro serta menurunkan NPL.
PBRX: Capex USD1,5 Juta-USD2 Juta
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk dua tahun mendatang senilai USD1,5 juta sampai USD2 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi dan penambahan kapasitas di salah satu pabriknya di daerah Boyolali. Sampai dengan akhir tahun ini, perseroan hanya mematok target laba bersih dan penjualan yang sama dengan 2009 lalu. Yakni penjualan Rp1,593 triliun dan laba bersih Rp33,28 miliar.
ISAT: Indosat Siapkan Opsi Pinjaman
PT Indosat Tbk (ISAT) menyiapkan opsi mencari pinjaman guna mengantisipasi kemungkinan batalnya emisi obligasi senilai US$ 500 juta-US$ 750 juta. Namun, opsi tersebut baru ditetapkan Agustus 2010 atau setelah perseroan memutuskan bahwa situasi pasar keuangan global masih terlalu fluktuatif sehingga bukan merupakan momentum yang tepat untuk menerbitkan obligasi. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk merestrukturisasi utang. Tahun ini, utang perseroan yang jatuh tempo Rp 453 miliar.
GDST: Investasi US$12 Juta
PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), mengalokasikan dana US$12 juta atau sekitar Rp109,8 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 400 ribu menjadi 540 ribu ton per tahun. Penambahan kapasitas sebesar 35% tersebut dilakukan secara bertahap. Di pasar lokal, kebutuhan baja per tahun mencpaai 2 juta ton, sedangkan industri baja dalam negeri hanya mampu memasok 1,2 juta ton per tahun.
Corporate Action
- Hari ini (23/6), cum dividen tunai Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) Rp 12 per saham Ex date (24 Jun 2010)
- Hari ini (23/6), exercise date warrant Panca Global Securities Tbk (PEGE), Rasio 1(warrant) : 1(new) Rp 125 per lembar.
Technical Picks
- PTBA (17050) β Trading Sell
- ANTM (2050) β Trading Sell
- BBCA (5850) - Trading Sell
- BBRI (9150) - Trading Sell.
(qom/qom)











































