Mengawali perdagangan IHSG dibuka turun tipis ke level 2.933,896 dan langsung melemah ke level 2.907,044, turun 27 poin dari penutupan kemarin di level 2.934,589.
Koreksi bursa Wall Street tadi malam, diikuti penurunan bursa regional Asia memberikan pengaruh besar pada koreksi IHSG pada perdagangan sesi I hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar saham-saham unggulan mengalami koreksi cukup besar dipimpin oleh penurunan saham-saham industri dasar, aneka industri, pertambangan dan perbankan. Penopang IHSG dari koreksi lebih dalam didukung oleh penguatan saham-saham sektor perkebunan dan perdagangan.
Aktivitas transaksi cenderung stagnan lantaran saham-saham unggulan bergerak stagnan sejak didera aksi jual sejak awal perdagangan. Investor lebih banyak bermain pada saham-saham lapis dua dan tiga yang tampaknya lebih aktif diperdagangkan.
Pada perdagangan Rabu (23/6/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 22,582 poin (0,76%) ke level 2.912,007. Indeks LQ 45 juga turun 4,664 poin (0,81%) ke level 566,299.
Transaksi investor asing pun mencatat penjualan bersih tipis sebesar Rp 45 miliar.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 50.659 kali pada volume 2,7 miliar lembar saham senilai Rp 1,307 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 109 saham turun dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia melemah terseret sentimen bursa Wall Street yang terkoreksi tajam tadi malam
- Indeks Shanghai turun 23,76 poin (0,92%) ke level 2.564,94.
- Indeks Hang Seng turun tipis 84,40 poin (0,41%) ke level 20.734,68.
- Indeks Nikkei 225 turun 176,29 poin (1,74%) ke level 9.936,60.
- Indeks Strait Times turun 15,69 poin (0,55%) ke level 2.856,61.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Eatertainment (SMMT) naik Rp 180 ke Rp 900, Astra Agro (AALI) naik Rp 150 ke Rp 20.500, Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 8.000, Unilever (UNVR) naik Rp 100 ke Rp 17.500, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 ke Rp 17.100.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 47.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 34.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 38.050, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 15.850.
Â
Â
(dro/qom)











































