Demikian disampaikan oleh Direktur Benakat Ferdy Yustianto saat ditemui usai RUPS perseroan di Hotel Ritz Calton, Mega Kuningan Jakarta, Rabu (23/6/2010).
"Dari net income ELSA tahun lalu saja, Rp 200 miliar akan kontribusi ke perseroan 24,55%. Ini yang sudah kita dapatkan ya, dan masuk ke pendapatan lain-lain," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh dana, bersumber dari sisa hasil perolehan penjualan saham perdana (IPO) yang hingga kini mencapai Rp 1,1 triliun. "Kita usahakan dari internal dan proceed IPO," papar Ferdy.
Dari 24 sumur migas yang akan dieksplorasi, pada 14 sumur akan dilakukan pengeboran dangkal yaitu 1.800 meter. Sisanya 8 sumur, dengan pengeboran dalam.
"Biaya untuk sumur dangkal, berkisar US$ 600-800 ribu per sumur. Dan sumur dalam, US$ 950 ribu-1,1 juta per sumur," kata Direktur perseroan Suluhuddin Noor.
Produksi Batubara Ditargetkan 3 Juta Ton Per Tahun
Benakat juga menargetkan dapat memproduksi batubara di tahun 2011, dengan jumlah awal mencapai 3 juta ton per tahun. Saat ini perseroan sedang merampungkan persiapan konstruksi KP (Kontrak Pertambangan) yang berlokasi di Kutai, Kalimantan Barat.
"2011 produksi sekitar 3 juta ton per tahun, dari cadangan terbukti yang ada di sana, 44 juta ton. Kita saat ini hanya punya satu KP. Tidak menutup kemungkinan untuk bertambah. Namun ini jangka panjang," ucap Ferdy.
Perseroan pun menargetkan dapat mencapai laba bersih sekitar Rp 12 miliar di tahun 2010, atau meningkat hampir dua kali lipat dari raihan periode sebelumnya, Rp 6,9 miliar. (wep/dnl)











































