Perdagangan berjalan sangat volatile dengan indeks saham bolak-balik dari teritori negatif ke positif. Hal itu terjadi sehari setelah Departemen Perdagangan AS merilis angka penjualan rumah baru yang turun ke titik terendahnya sejak Mei.
Namun saham-saham terselamatkan oleh komentar The Fed seputar kebijakan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun kali ini sentimennya sudah tidak terlalu bullish lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara jelas lebih banyak hal negatifnya. The Fed tidak memiliki prediksi yang hebat namun secara total yang tidak diprediksi adalah angka penjualan rumah dan tenaga kerja yang baru-baru ini kita lihat," ujar Dan Cook, analis senior dari IG Markets seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/6/2010).
Pada perdagangan Rabu (23/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 4,92 poin (0,05%) ke level 10.298,44. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 3,27 poin (0,30%) ke level 1.092,04 dan Nasdaq melemah 7,57 poin (0,33%) ke level 2.254,23.
Dow Jones sangat tertopang oleh kenaikan saham Boeing hingga 1,8%. Saham produsen pesawat AS itu naik setelah melaporkan menerima kontrak pesawat dari Angkatan Udara AS senilai US$ 216 juta.
Perdagangan juga tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 8,13 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun sebelumnya yang sebesar 9,65 miliar.
(qom/qom)











































