Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 24 Jun 2010 09:07 WIB
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US melemah dengan indeks Standard & Poor's 500 turun dalam 3 hari setelah Federal Reserve memberikan sinyal masalah utang Eropa akan memberikan dampak pada pertumbuhan di Amerika serta ditambahnya berita mengenai turunnya penjualan unit rumah.

General Electric Co., Chevron Corp. dan Microsoft Corp. turun lebih dari 1.7% setelah Fed'S Open Market Committee memberikan pernyataan bahwa kondisi keuangan menjadi lebih berkurang dalam memberikan support pada penyeimbangan pertumbuhan ekonomi.

Adobe Systems Inc. turun 7.3%, setelah proyeksi pendapatan perusahaan berada di bawah asumsi rata-rata para analis. Indeks Standard & Poor's 500 (-0.3%) ke 1,092.04. Dow Jones Industrial Average (+0.05%) ke 10,298.44.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional : Mayoritas saham-saham Asia menguat seiring melonjaknya perusahaan material menyusul pengunduran diri PM Australia Kevin Rudd setelah pihaknya mengajukan pada pada sektor pertambangan. Eksportir Jepang melemah seiring merosotnya penjualan rumah AS. BHP Billiton Ltd (+1.9%) di Sydney. Rio Tinto Group (+2%). Nissan Motor Co (-1.1%). S&P/ASX 200 (+0.5%) 4,510. Nikkei 225 (-0.2%) 9,900. Kospi (+0.2%) 1,729. STI flat di level 2,871.

Commodity: Harga minyak mentah menurun selama 3 hari di New York setelah laporan pemerintah AS menunjukan persediaan stok minyak yang berlebih dan penurunan pembelian rumah baru. Minyak mentah turun 1,9% kemarin setelah Administrasi Informasi Energi melaporkan cadangan minyak mentah naik 2,02 juta barel menjadi 365,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 18 Juni. Kebutuhan itu diperkirakan akan turun 800 ribu barel, menurut analis yang disurvei Bloomberg News. Penjualan rumah baru menurun pada bulan Mei. WTI Crude (-0.2%) $ 76.2/barrel, Gold 100 (-0.2%) USD 1,235/t oz, CPO (-0.5%) RM 2,482/MT, Nickel (-1.9%) USD 19,275/MT, TIn (-1.8%) USD 17,825/MT.

Economic & Industrial News

US: Penjualan Rumah Baru AS Jatuh ke Rekor Terendah
Penjualan rumah baru keluarga tunggal di Amerika Serikat merosot hampir 33 persen pada Mei ke rekor terendah setelah berakhirnya keringanan pajak, data pemerintah menunjukkan Rabu. Departemen Perdagangan mengatakan penjualan rumah baru untuk keluarga tunggal disesuaikan musiman tingkat tahunan mencapai 300.000 pada Mei, 32,7 persen di bawah revisi April pada 446.000. Kecepatan ini yang paling lambat sejak Januari 1963, ketika departemen memulai serangkaian data, dan jauh di bawah rata-rata perkiraan analis 430.000. Mundurnya penjualan rumah baru diperkirakan setelah pembeli bergegas untuk memenuhi batas waktu 30 April untuk kontrak menjadi ditandatangani, mendorong kenaikan penjualan April. Penjualan rumah baru, yang dilaporkan pada penandatanganan kontrak, telah melonjak pada Maret dan April. Tapi departemen merevisi turun tajam perkiraan semula. Harga jatuh untuk kedua bulan berturut-turut pada Mei. Harga rata-rata jatuh 1,0 persen menjadi 202.900 dolar, tingkat terendah sejak Desember 2003.

Economic: G20 Peringatkan Pemulihan "Tidak Merata, Rapuh"
Para pemimpin dari kelompok 20 ekonomi terkemuka (G20) akan memperingatkan bahwa pemulihan global masih "tidak merata dan rapuh" ketika mereka bertemu di Toronto akhir pekan ini, demikian menurut rancangan komunike yang bocor. Menurut dokumen itu, diperoleh oleh Greenpeace -- sebuah kelompok lobi lingkungan -- para pemimpin mencatat kondisi pemulihan masih setengah-setengah dari krisis ekonomi terburuk dalam satu generasi. "Sementara pertumbuhan sedang kembali di banyak negara, pemulihan tidak merata dan rapuh, dan pengangguran tetap pada tingkat tidak bisa diterima," kata teks. Sebuah masalah perdebatan yang yang telah membagi Eropa dan Amerika Serikat, para pemimpin itu mengatakan pengeluaran stimulus telah membantu menstabilkan ekonomi global.

Greece: Imbal Hasil Obligasi Yunani Melonjak
Biaya pinjaman Yunani meningkat tajam pada Rabu, dalam menghadapi laporan bahwa bank-bank Yunani mengalami kesulitan menghimpun dana di pasar keuangan. Imbal hasil, atau tingkat suku bunga, yang Yunani harus bayar jika menerbitkan obligasi baru pemerintah berjangka 10 tahun, melompat menjadi 10,373 persen dari 9,774 persen pada Selasa dalam indikasi kekhawatiran para investor untuk solvabilitas Yunani di tengah kesulitan utang dan defisit publik. Kenaikan imbal hasil mencerminkan penurunan nilai obligasi yang telah dibeli oleh investor, termasuk tabungan dan dana pensiun, dan bank. Perbedaan dengan acuan obligasi (Bond) Jerman 10-tahun naik menjadi 7,77 persentase poin. Pada puncak krisis keuangan Yunani yang telah menyebar meningkat menjadi 8,0 persen. Analis di bank Natixis mengatakan pembiayaan utang oleh Yunani dan negara-negara zona euro lainnya yang mengalami kesulitan keuangan berada di bawah tekanan dari "ketegangan di pasar antar bank, "di mana bank meminjam antara mereka sendiri". Ada juga laporan bahwa Bank Sentral Eropa membuat pembelian besar utang Yunani dalam upaya untuk mengatasi krisis.

US: Fed Pertahankan Suku Bunga Rendah
Federal Reserve (Bank Sentral) AS mempertahankan suku bunga utama di terendah sepanjang sejarah pada Rabu, sesuai perkiraan secara luas, dan mengatakan ekonomi masih terus pulih dari resesi. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan bahwa pihaknya mempertahankan target suku bunga dana federal antara nol dan 0,25 persen dan akan tetap di sana "untuk masa diperpanjang." "Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada April menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi berjalan dan bahwa pasar tenaga kerja meningkatkan secara bertahap," kata panel pembuat kebijakan dalam sebuah pernyataan.

Economic: Pemerintah Lelang Penukaran Obligasi Negara
Pemerintah akan melakukan lelang pembelian kembali obligasi negara melalui mekanisme penukaran (debt switch). Lelang akan dilakukan melalui MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System) trading platform mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, Kamis 24 Juni 2010. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Keuangan, Harry Z Soeratin mengatakan, semua pemegang seri-seri obligasi negara dapat mengikuti lelang tersebut.

Economic: Hatta Yakin Investasi Rp 3.100 T
Pemerintah berharap sampai dengan 2014, tingkat investasi yang masuk ke Indonesia nilainya bisa mencapai Rp3.100 triliun. Angka ini memang cukup fantastis, tetapi Menko Perekonomian Hatta Rajasa yakin bisa mencapainya.

Agri: Bea Keluar CPO Juli 4,5%
Karena harga produk kelapa sawit dan turunan tidak banyak perubahan dalam sebulan terakhir, maka pemerintah menetapkan Bea Keluar Crude Palm Oil (CPO) tetap 4,5% atau sama dengan bulan sebelumnya. Dalam menentukan BK tersebut pemerintah mengacu pada harga rata-rata CPO yang diperdagangkan di Amsterdam yang mencapai US$ 803,21 per ton. Dengan harga rata-rata tersebut, maka sesuai dengan ketetapan Menteri Keuangan, maka BK yang dikenakan adalah 4,5%. Sedangkan untuk Harga Patokan Eskpor (HPE) yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan untuk CPO adalah US$ 732 per ton yang juga mengacu pada harga CPO rata-rata di Asmterdam.

UK: Inggris pertahankan suku bunga 0,5%
Komite Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris (Monetary Policy Committee Bank of England/MPC BoE) mempertahankan suku bunga acuan di posisi 0,5% dalam pertemuan pada 10 Juni yang dirilis pada hari ini. Dari delapan anggota MPC BoE, sebanyak tujuh orang memilih mempertahankan suku bunga, dan satu anggota, yaitu Andrew Sentence, mengusulkan kenaikan biaya pinjaman menjadi 0,75% dengan alasan inflasi mulai meningkat setelah resesi.

Corporate news

BIPI: Cari Utang ke Teal Capital
PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) mendapat komitmen pinjaman dari perusahaan Malaysia, Tael Capital Sdn Bhd. Tael merupakan salah satu dari lima bank yang menyatakan kesediaannya untuk membiayai utang Benakat. Tahun ini perseroan mengalokasikan capex sebesar US$40 juta atau sekitar Rp369 miliar.

DVLA: Pecah Saham 1:2
PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) akan memecah nilai nominal aham (stock split) dengan rasio 1:2 dari Rp500 menjadi Rp250per saham. Aksi korporasi itu bertujuan untuk meningkatkan likuiditas saham pesreroan di BEI. Unilab Group melalui Blue Sphere Singapore Pte Ltd kini menguasai 92,66% saham Darya Varia.

BBTN: BTN Belum Ubah Target Pertumbuhan Kredit
PT Bank Tabungan Negara Tbk tidak akan mengubah target pertumbuhan kredit pada 2010 sebesar 25-30 persen. Padahal, Bank Indonesia (BI) berencana mengubah target pertumbuhan kredit yang ditetapkan sebesar 14-18 persen. Kendati belum mengubah target pertumbuhan kredit BTN,Direktur Utama BTN optimistis target kredit year on year akan terlampaui. Hal itu bisa dicapai sepanjang ada daya serap di pasar dan kualitas kredit BTN masih bagus.

BAPA: Cari Pinjaman Rp 150 Miliar
PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) tengah menjajaki pinjaman kredit dariperbankan local sekitar Rp75-150 miliar. Sebagian dana tersebut dialokasikan untuk akusisi 75 ha lahan di Bogor. Hingga Mei 2010, total penjualan rumah perseroan sebanyak 399 unit. Rinciannya,penjualan rumah Alamanda 58 unit, Alamanda Regency 293 unit, dan Bumi Serpong Residence 48 unit.

ETWA: Segera Tuntaskan Akusisi Dua Perusahaan
PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) merampungkan akusisi dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Maiska Bhumi Semesta (MBS) dan PT Malindo Persada Khatulistiwa (MPK) pada 30 Juni 2010. Perseroan akan meningkatkan kepemilikan sahamnya dari saat ini sekitar 43% menjadi 99,9% saham.

FORU: Incar Laba Bersih Rp7,7 Miliar
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) memproyeksikan laba bersih tahun ini Rp7,7 miliar atau naik 16,6% dibandingkan realisasi 2009 sebesar Rp6,6 miliar. Perseroan juga mematok penjualan tahun ini tumbuh 10,3% menjadi Rp450,5 miliar dari sebelumnya Rp408,3 miliar. Laba kotor perseroan diproyeksikan naik menjadi Rp62,5 miliar dibandingkan sebelumnya Rp54,8 miliar. Laba operasi juga akan naik menjadi Rp10,6 miliar dari sebelumnya Rp8,9 miliar. Perseroan bakal membagikan dividen sebesar 28% dari laba bersih tahun 2009 atau Rp1,86 miliar yang setara Rp4 per saham. Divien akan dibayarkan pada 6 Agustus 2010.

JSMR: Jasa Marga Minta Kenaikan Tarif Tol Sesuai Jadwal
PT Jasa Marga Tbk meminta penyesuaian tarif tol Sedyatmo (Bandara Soekarno Hatta) dan Jakarta-Cikampek sesuai jadwal agar tak berdampak buruk pada iklim investasi jalan tol di Indonesia. "Jika makin ditunda akan buruk bagi industri jalan tol di Indonesia. Investor akan melihat, Jasa Marga saja diulur-ulur, apalagi (investor) lainnya. Bisa jadi mereka makin lari," kata Komisaris PT Jasa Marga Tbk, Sumaryanto Widayatin, kepada pers di Jakarta, Rabu. Menurut dia, penyesuaian tarif tol Jakarta-Cikampek sudah mundur sebulan karena penyesuaian tarif terakhir kalinya pada 30 Mei 2008. Sedangkan jatuh tempo penyesuaian tarif adalah 1 Juli 2010, mengingat penyesuaian tarif terakhir untuk tol itu pada 1 Juli 2008. Sumaryanto menegaskan, sebagai operator kedua tol tersebut, Jasa Marga telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol yang tertuang dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

DILD: Intiland lepas 100% saham anak usaha ke Sejahtera
PT Intiland Development Tbk melepas 100% saham PT Grand Interwisata, anak perusahaan PT Intiland Grande, kepada PT Sejahtera Saktinusa senilai Rp158 miliar. Intiland Development menguasai 99% saham Intiland Grande, perusahaan pengembang perumahan yang beroperasi di Surabaya, Jawa Timur.

ELTY: Pemprov Jabar Incar Saham Bakrieland di Trans Jabar Toll Road
PT Jasa Sarana, BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berniat masuk dalam kepemilikan saham di PT Trans Jabar Toll Road sebesar 25% senilai Rp 103 miliar. PT Trans Jabar Toll Road merupakan pelaksana pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 km. Sebelumnya, Trans Jabar dikuasi oleh ELTY bersama PT Bukaka Teknik Utama. Dengan masuknya PT Jasa Sarana di Trans Jabar, maka struktur kepemilikan menjadi 60% milik ELTY, 25% PT Jasa Sarana, dan sisanya 15% Bukaka. Perseroan, sebagai pemegang saham mayoritas di Trans Jabar, rencananya akan menambahkan modal sebesar Rp 391 miliar. Dana ini didapat dari hasil penggalangan Penawaran Umum Terbatas (rights issue) dengan total sebesar Rp 3,2 triliun.

BBTN: Agar Cicilan Enteng, BTN Minta Uang Muka KPR Lebih dari 10%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menilai uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 10% dari total harga rumah terlalu memberatkan debitor. Sebaiknya, uang muka rumah berada di kisaran 11-15% sehingga debitor bisa mendapatkan bunga yang rendah. Namun hal berbeda disampaikan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yang menyatakan uang muka KPR bagi masyarakat sebaiknya 10 persen dari harga rumah. Ketentuan itu dikeluarkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dalam memperoleh rumah sederhana. Sunarso menambahkan, ketentuan uang muka sebesar 10 persen dari harga rumah itu dirasakan cukup beralasan dan dapat dijangkau masyarakat.

RICY: Ricky Putra Incar Penjualan Rp 550 Miliar
PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menargetkan penjualan pada tahun ini dapat mencapai Rp 550 miliar dari penjualan pada 2009 yang mencapai Rp 507 miliar. Pada 1Q10, perseroan telah meraup peningkatan penjualan sebesar 13% dari Rp 134,74 miliar menjadi Rp 152,90 miliar. Peningkatan permintaan telah terlihat sejak tahun lalu, baik dari pasar domestik maupun pasar ekspor.

KLBF: Jual 1,5 Juta Saham Buyback
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperoleh dana segar dari penjualan saham buyback. Nilainya sebesar Rp 3,13 miliar. Total saham KLBF yang dijual sebanyak 1,5 juta. Transaksi ini dilakukan selama dua hari yakni pada 18 Juni dan 21 Juni lalu. Pada hari pertama, KLBF telah menjual sebanyak 918.000 lembar saham. Rinciannya, sebanyak 100.000 saham dijual pada harga Rp 2.050 per saham, sebanyak 568.000 pada harga Rp 2.075 dan 250.000 pada Rp 2.100 per saham. Sedangkan pada hari kedua, KLBF menjual sebanyak 582.000 saham di harga Rp 2.100 per saham. Dari penjualan saham buyback ini, KLBF memperoleh untung besar. Sekedar catatan, perusahaan obat ini membeli saham mereka pada harga rata-rata Rp 880 per saham. Jumlah saham yang dibeli sebanyak 782,49 juta.
 
ISAT: Jadwal Pembagian Dividen
PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp 137,86 per saham, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 14 Juli 2010
  • Cum dividen di pasar tunai: 19 Juli 2010
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 15 Juli 2010
  • ex dividen di pasar tunai: 20 Juli 2010
  • Recording date: 19 Juli 2010
  • Payment date: 2 Agustus 2010
 

(etr/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads