Bursa Asia 'Merekah' Sambut Pengunduran Diri Kevin Rudd

Bursa Asia 'Merekah' Sambut Pengunduran Diri Kevin Rudd

- detikFinance
Kamis, 24 Jun 2010 12:52 WIB
Bursa Asia Merekah Sambut Pengunduran Diri Kevin Rudd
Sydney - Pengunduran diri Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri Australia langsung disambut positif oleh bursa Asia Pasifik. Saham-saham pertambangan langsung melonjak seiring mencuatnya harapan PM baru Australia bakal merevisi UU pajak pertambangan yang kontroversi itu.

Bursa Sydney langsung menguat 0,62% pada pembukaan perdagangan setelah Rudd mengundurkan diri.

Pergerakan bursa Asia hingga siang ini adalah:
  • Indeks Shanghai naik 9,88 poin (0,38%) ke level 2.579,75.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 10,41 poin (0,05%) ke level 20.867,02.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 73,31 poin (0,74%) ke level 9.997,01.
  • Indeks Strait Times naik tipis 2,10 poin (0,07%) ke level 2.873,20.
Saham-saham sektor pertambangan mengalami lonjakan paling besar di bursa Australia. Saham BHP naik 2%, Rio Tinto naik 2,4%, Fortescue naik 3,6%, dan MacArthur Coal melonjak 5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya ada satu cerita hari ini. Pengunduran diri Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri secara jelas positif untuk pasar saham Australia, sumber daya alam Australia dan dolar Australia karena bisa menghilangkan risiko utang dan peraturan," jelas Charlie Aitken, Direktur Southern Cross Equities seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/6/2010).

Kevin Rudd meletakkan jabatan sebagai pemimpin Partai Buruh setelah kehilangan dukungan dari kaukus partai tersebut. Dia digantikan oleh Julia Gillard (48), yang otomatis menggantikan Rudd sebagai PM Australia.

Rudd sebelumnya sempat membuat kebijakan kontroversi dengan mengenakan pajak pertambangan hingga 40%. Pengunduran diri Rudd ini diharapkan bisa memunculkan harapan revisi aturan pajak pertambangan tersebut.

"Seperti yang akan Anda harapkan, setelah pengunduran diri Rudd, saham-saham sumber daya alam mengalami outperforming. Jelas sekali ini akan memberikan harapan pajak pertambangan yang sangat tinggi akan dihapuskan," ujar Chris Blaie, analis dari Patersons Senior Private Client Adviser.

Namun demikian, sentimen positif dari Australia itu tertahan oleh komentar dari Bank Sentral AS tentang krisis di Eropa yang akan mengganggu proses pemulihan ekonomi. Seperti diketahui, Bank Sentral AS dalam pertemuannya tadi malam menyebutkan tentang krisis di Eropa yang telah mengganggu jalannya pemulihan ekonomi AS.

"Sepertinya gain terbatas karena adanya ketidakpastian seputar proyeksi pertumbuhan ekonomi global," ujar Yutaka Miura, analis dari Mizuho Securities seperti dikutip dari Reuters. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads