"Herald sudah eksplorasi dan siap eksploitasi di triwulan-II 2011. Kami juga sudah mendapatkan green light dari pemerintah untuk ijin lokasi," ujar Direktur BUMI, Dileep Srivastava di Balai Kartini Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Kamis (25/6/2010).
Proyek Dairi yang dimiliki Herald mempunyai potensi kandungan seng (zinc) dan timbal (lead) terbesar di dunia dan berlokasi di Sumatera Utara. Ijin dari Departemen Kehutanan pun, nampaknya akan segera didapat dari target semula pada triwulan-I 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMI merupakan pemilikan baru Herald Resources Ltd. setelah menuntaskan akusisi 100% saham yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX).
BUMI melalui Calipso memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 di harga AUD 0,93 per saham.
Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika di antara pemegang saham ada yang hendak menjualnya.
Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Calipso.
Sebelumnya Dileep memang pernah mengatakan kalau BUMI berencana melakukan delisting saham Herald begitu 100% sahamnya dikuasai oleh Callipso. Kini, setelah 100% saham dikuasai, BUMI memulai proses delisting Herald dari ASX.
Herald merupakan pemilik 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
(wep/dro)











































