NNT memang telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi senilai US$ 444,07 juta kepada pemerintah untuk tahun 2010. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan 79,93% (setara US$ 197,27 juta) jika dibandingkan divestasi tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta.
Menurut Direktur BUMI, Dileep Srivastava, dengan 24% saham Newmont yang dimiliki, sudah cukup memberi kontribusi pendapatan kepada perseroan. 24% saham dimiliki secara bersama-sama dengan Pemda NTB, melalui anak usaha mereka PT Multi Daerah Bersaing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun pernah menawarkan saham divestasi ini ke BUMN non tambang, seperti Danareksa dan Jamsostek, setelah Aneka Tambang menyatakan ketidakterarikannya.
"Kalau mereka (BUMN) punya dana ya silahkan. Pemerintah diberi kesempatan, akan kita manfaatkan," ujar Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar beberapa waktu lalu.
Pemda NTB sebetulnya pernah menawar harga saham divestasi ini, menjadi US$ 400 juta. Pihak NNT, melalui Direktur Utamanya Martiono Hadiyanto, juga masih terus bernegosiasi dengan pihak terkiat, atas pemangkasan harga sebesar Rp 44 juta tersebut.
Finalisasi harga akan terjadi saat tim yang dari pemerintah kembali bertemu dengan perseroan. "Itu kan masih tunggu dari tim pemerintah. Namanya juga jualan, ya ada penawaran. Tapi harga komoditas juga sedang baik," terang Martiono.
Setelah menyatakan ketidaktertarikannya untuk menambah saham di Newmont, BUMI akan fokus dalam pembentukan anak usaha khusus bidang non batubara. Nantinya, dari empat anak mereka akan tergabung dalam satu perusahaan bernama PT Bumi Resources Mineral (BRM).
"Kami punya rencana untuk bisnis non batubara. Kami telah mengumumkan," paparnya.
BRM juga telah mendapatkan penambahan modal untuk memperkuat kinerja perseroan ke depan. Namun, Dileep belum mau mengungkap, dari mana sumber pendanaan tersebut.
"Kami tampak sangat dekat pada rencana modal infrastruktur. Ketika kami tiba persetujuan internal dan regulator, kami akan mengumumkan. Kita tidak bisa katakan dalam nama mereka," imbuhnya.
Anak usaha non-batubara perseroan yang saham-sahamnya dikonsolidasikan ke dalam BRM di antaranya:
- Lemington Investment Pte. Ltd. (yang dimiliki Bumi Mauritania S.A. dan Konblo Bumi Inc.).
- Calipso Investment Pte. Ltd. (yang memiliki Herald Resources Ltd.).
- PT Citra Palu Minerals.
- PT Multi Capital (yang memiliki PT Newmont Nusa Tenggara).
(wep/dro)










































