Hal tersebut disampaikan Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (25/6/2010).
"Kalau dilepas iya (menguat terus), tapi BI juga bisa berperan menahan supaya jangan terlalu kuat rupiahnya karena kalau terlalu kuat nanti eksportir kita menderita," imbuh calon Gubernur BI ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, sekarang ini rupiah 9 ribu berapa puluh, itu berarti harus modal nggak ada yang keluar. Malah kecenderungannya arus modal masuk," ujarnya.
Pada perdagangan Jumat (25/6/2010), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.075 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.060 per dolar AS.
Namun mengenai berapa tepatnya posisi rupiah seharusnya, Darmin menolak menjawab dengan alasan agar tidak dimanfaatkan untuk spekulasi.
"Jangan gitu. Kalau kita bilang berapa yang kita tahan, itu akan dimanfaatkan para pemain yang ada di pasar. Itu menguntungkan beberapa gelintir saja," imbuh mantan Dirjen Pajak itu. (qom/dnl)











































