Mengawali perdagangan, IHSG sempat melemah mengikuti koreksi yang juga terjadi di bursa-bursa regional. Pada perdagangan pre-opening, IHSG turun 6,038 poin (0,20%) ke level 2.908,057. Indeks LQ45 juga turun 1,530 poin (0,27%) ke level 565,234.
Namun selanjutnya terjadi aksi beli selektif sehingga membuat IHSG bisa ditutup pada teritori positif pada sesi I. Penguatan IHSG pun terus bertahan hingga akhir perdagangan akhir pekan ini berkat penguatan saham-saham perbankankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa-bursa Asia hampir seluruhnya melemah di akhir pekan ini:
- Indeks Shanghai melemah 13,93 poin (0,54%) ke level 2.552,82.
- Indeks Hang Seng melemah 42,70 poin (0,21%) ke level 20.690,79.
- Indeks Nikkei-225 melemah 190,86 poin (1,92%) ke level 9.737,48.
- Indeks Seoul melemah 10,03 poin (0,58%) ke level 1.729,84.
- Indeks Straits Times menguat tipis 4,51 poin (0,16%) ke level 2.852,12.
Namun perdagangan berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar hanya 64.137 kali pada volume 3.047 juta lembar saham senilai Rp 2,58 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 67 saham turun dan 71 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat harganya antara lain BRI (BBRI) naik Rp 250 menjadi Rp 9.450, saham Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 menjadi Rp 6.000, PGN (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 3.900, Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 48.400, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 menjadi Rp 8.500, BTN (BBTN) naik Rp 70 menjadi Rp 1.570.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.950, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 50 menjadi Rp 1.020, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 menjadi Rp 33.050, Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.975.
(qom/qom)











































