Menurut Direktur Keuangan SMGR Cholil Hasan, lokasi dua pabrik yang dibangun perseroan berada di Tuban, Jawa Timur dan Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Masing-masing total biaya pembangunan pabriknya sekitar US$ 300 juta dan satu power plant berkapasitas 70MW senilai US$ 114 itu untuk sampai 2012," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun depan, perusahaan pelat merah itu akan kembali menggunakan sebanyak US$ 214 juta dan sisanya dipakai tahun 2012 nanti.
Mengenai sumber pendanaannya, Cholil mengatakan, sebagian akan diambil dari kas internal dan sebagian lagi dari pinjaman sindikasi perbankan yang sudah ditandatangani tahun lalu.
"Tahun lalu kan kita sudah tandatangan, ini masih akan kita pakai," jelasnya.
Ia menambahkan, perseroan juga telah menyiapkan belanja modal untuk salah satu anak usahanya, yaitu PT Semen Tonasa sebanyak Rp 5,4 triliun. Sebanyak 68 persen atau Rp 3,67 triliun akan diambil dari pinjaman bank, sementara sisanya dari kas internal.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya sedang mengkaji pembangunan pabrik baru di sekitar Jawa Tengah.
"Jawa tengah itu salah satu opsi pengembangan pabrik ke depan. Langkah-langkah sosialisasi akan terus dilakukan secara umum kita lihat perkembangan saja," ujarnya.
(ang/dnl)











































