Societe Strasbourg Kucuri Bakrieland Rp 917 Miliar

Societe Strasbourg Kucuri Bakrieland Rp 917 Miliar

- detikFinance
Minggu, 27 Jun 2010 19:33 WIB
Societe Strasbourg Kucuri Bakrieland Rp 917 Miliar
Jakarta - Societe Stracbourg akan mengucurkan dana sebesar Rp 917 miliar kepada PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) untuk mengakuisisi 51% saham PT Bukit Jonggol Asri (BJA), anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL).

"Investornya Societe Strasbourg dari Perancis," ujar Direktur Utama ELTY, Hiramsyah S Thaib, Jumat (27/6/2010).

Menurut Hiramsyah, Societe merupakan pengelola dana investasi yang berasal dari Perancis. Itu berarti, Societe terdiri dari sejumlah investor yang menempatkan dananya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia semacam fund-lah," ujarnya.

ELTY berencana mengambilalih 51% saham BJA senilai Rp 1,917 triliun. BJA merupakan anak usaha BKSL yang memiliki 11 ribu hektar. ELTY akan mendanai akuisisi 51% saham BJA itu dengan 2 cara, pertama menggunakan sebagian dana hasil rights issue dan kedua mengajak investor strategis.

ELTY berencana menerbitkan 19.959.885.695 saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue pada harga Rp 160 per saham. Total dana yang akan diperoleh perseroan sebesar Rp 3,193 triliun.

Dari dana tersebut, ELTY menganggarkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk akuisisi BJA, sedangkan sisanya sebesar Rp 917 miliar akan dikucurkan oleh Societe.

Mekanisme pengambilalihan 51% saham BJA ini akan dilakukan melalui pembelian saham baru BJA dimana ELTY akan menjadi pembeli siaga (standby buyer). Setelah pengambilalihan ini, ELTY akan menguasai 51% saham BJA, sedangkan BKSL akan menguasai 49% saham BJA.

ELTY juga akan mengambil alih 20% saham BKSL senilai Rp 501 miliar. Setelah akuisisi ini, ELTY akan menguasai 60,8% saham BJA baik secara langsung maupun tidak langsung.

Selain Societe, ELTY juga tengah mengadakan pembicaraan dengan 2-3 investor lainnya untuk ikut berpartisipasi di berbagai skema ekspansi perseroan. Sayangnya, ia belum mau membeberkan siapa saja pihak-pihak tersebut.

"Ada 2 atau 3 potensinya. Asing seluruhnya. Jangan sekarang, nanti ketahuan. Jadi mereka bukan pinjaman, tapi bukan equity partisipation. Tapi semacam bagi hasil," ujarnya.

 

 

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads