Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.947,220 dan langsung menguat ke level 2.975,896, naik 28 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.947,023.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham-saham unggulan sektor pertambangan, konsumsi dan perbankan. Kenaikan IHSG sesi I hari terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis, sehingga IHSG masih rentan terhadap serangan jual massif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (28/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 20,705 poin (0,70%) ke level 2.967,728. Indeks LQ 45 juga naik 4,495 poin (0,78%) ke level 578,688.
Transaksi investor asing masih mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp 150 miliar.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 42.344 kali pada volume 2,027 miliar lembar saham senilai Rp 1,110 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 80 saham turun dan 61 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif
- Indeks Shanghai turun 15,58 poin (0,61%) ke level 2.537,23.
- Indeks Hang Seng naik 72,42 poin (0,35%) ke level 20.763,21.
- Indeks Nikkei 225 turun 49,11 poin (0,50%) ke level 9.688,21.
- Indeks Strait Times naik 16,63 poin (0,58%) ke level 2.868,27.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 34.050, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 38.300, Eatertainment (SMMT) naik Rp 350 ke Rp 1.750, BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 9.700.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 ke Rp 18.800, Darya Varia (DVLA) turun Rp 60 ke Rp 1.550, Indocement (INTP) turun Rp 50 ke Rp 15.900, Indika (INDY) turun Rp 50 ke Rp 3.075.
Â
Â
(dro/qom)











































