"Kita berharap Zurich akan masuk melalui rights issue ini," ungkap Direktur Utama MAYA Hariyono Tjahjarijadi saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta, Senin (28/6/2010).
Saat ini, perseroan telah menjalin kerjasama strategis dengan Zurich Insurance. Atas alasan tersebut, perseroan menghendaki Zurich Insurance mau ikut serta dalam menyerap rights issue perseroan guna menciptakan mitra kerja yang lebih kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MAYA berencana menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 30% dari total saham yang beredar dengan nilai antara Rp 400-500 miliar. Penerbitan saham baru, diperkirakan akan meluncur di semester II-2010. Saham yang ditawarkan melalui mekanisme HMETD, memiliki rasio 1:1.
"Perbandingan masih 1:1," papar Hariyono.
Saat ini perseroan sedang melakukan proses administratif. "Angka pastinya belum, karena masih proses administratif," ujarnya.
Ia menyatakan, penerbitan saham ini bertujuan untuk meningkatkan permodalan perseroan, serta menjaga rasio kepemilikan modal (CAR) di level 16%. Modal yang ditempatkan dan disetor penuh pun otomatis akan terkatrol naik menjadi Rp 1,5 triliun, dari posisi saat ini di level Rp 1 triliun.
"Modal yang besar, akan kita gunakan untuk ekspansi usaha," ucapnya.
Perseroan dalam berekspansi, akan membangun 170 kantor cabang baru. 80 cabang berupa Mayapada Mitra Usaha, khusus untuk penyaluran kredit mikro.
Hariyono juga menambahkan, PT Mayapada Karunia juga telah ditunjuk selaku pembeli siaga (standby buyer). Mayapada Karunia dimiliki oleh pendiri MAYA, yaitu keluarga Tahir yang menjadi pengendali saham perseroan.
Â
Â
(dro/dro)











































