Dayaindo Cari Pinjaman Rp 1 Triliun

Dayaindo Cari Pinjaman Rp 1 Triliun

- detikFinance
Senin, 28 Jun 2010 19:04 WIB
Jakarta - PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) sedang berdiskusi dengan 4 pihak, dalam rangka pendanaan sebesar Rp 1 triliun, dari total investasi Rp 1,5 triliun untuk penambahan modal di PT Belang Belang Coal Terminal (BBC). Empat pihak tersebut terdiri dari perbankan luar negeri dan infrastructure fund asal Singapura.

Demikian disampaikan Senior Vice President of Business Development & Investor Relation perseroan Frederik Wattimena usai RUPSLB di Hotel Four Season Jalan HOUR Rasuna Said, Jakarta, Senin (28/6/2010).

"Kita sedang jajaki pinjaman dari pihak luar, untuk keperluan modal Rp 1 triliun. Diharapkan dalam bulan-bulan depan kita dapat. Sedang tahap due dilligence," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sejumlah pihak asal Afrika Selatan, Singapura, dan China, yang menyatakan ketertarikannya untuk mendanai proyek coal terminal ini, dari hasil roadshow perseroan beberapa waktu lalu.

"Nanti komposisi di Belang Belang Coal Terminal 65:35. Project akan memakan waktu 2 tahun," ungkapnya.

Dari total investasi Rp 1,5 triliun di BBC, dana Rp 610,995 miliar akan didapat dari penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak 18.904.390.313 lembar. Total nilai rights issue mencapai Rp Rp 1,984 triliun.

Dari Rp 610,995 miliar, Rp 100 miliar merupakan biaya pengambilalihan 80% saham di BBC dari pemilik sebelumnya. Rp 510,995 miliar untuk pengembangan BBC, khususnya fasilitasi sistem elektronik terintegrasi (computerized coal blending system).

Sisa dana rights issue, akan digunakan untuk akuisisi satu tambang nikel di Sulawesi senilai Rp 950 miliar. Akuisisi PT Anugerah Tompira Nikel (ATN) sebesar 70% saham, dengan nilai Rp 350 miliar. Pengembangan ATN sendiri mencapai Rp 600 miliar, dan sebesar Rp 420,815 miliar untuk modal kerja perseroan.

"Pemegang saham mayoritas PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) telah menyetujui penerbitan saham baru Rp 105 per saham. Dana yang didapat Rp 1,984 triliun digunakan untuk biaya akuisisi tambang nikel, coal terminal, dan belanja modal perusahaan," ucap Direktur Utama KARK Sudiro Andi Wiguno.

Jumlah saham KARK yang siap terbit dalm rights issue berjumlah 18.904.390.313 lembar. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 2:21, jadi setiap 2 pemegang saham lama berhak mengeksekusi 21 saham baru perseroan.

Semula, harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 100 per saham, sehingga target dana perolehan sebesar Rp 1,890 triliun. Namun harga tersebut dinaikkan menjadi Rp 105 per saham, sehingga target dana pun meningkat menjadi Rp 1,984 triliun.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads