Saham Rokok Topang Wall Street

Saham Rokok Topang Wall Street

- detikFinance
Selasa, 29 Jun 2010 07:30 WIB
Saham Rokok Topang Wall Street
New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup hanya melemah tipis. Kenaikan saham-saham sektor konsumer termasuk rokok berhasil mengimbangi pelemahan dari saham-saham sektor energi.

Pada perdagangan Senin (28/6/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 5,29 poin (0,05%) ke level 10.138,52. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 2,19 poin (0,20%) ke level 1.074,57 dan Nasdaq melemah tipis 2,83 poin (0,13%) ke level 2.220,65.

Saham-saham sektor konsumer menguat setelah pemerintah mengatakan belanja personal naik secara moderat 0,2% selama Mei, melebihi ekspektasi. Pada April lalu, belanja personal hanya flat saja. Saham Coca Cola Co dan Procter & Gamble yang merupakan 2 komponen terbaik Dow Jones masing-masing tercatat naik 1,6% dan 1,4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian pula saham-saham rokok menguat setelah Mahkamah Agung AS menolak gugatan pemerintah AS bernilai miliaran rupiah karena kerugian dari industri rokok. Saham Altria Group Inc naik hingga 3,3%, Reynolds American Inc melonjak 4,1% dan indeks rokok Dow Jones naik 1,8%.

"Apa yang mendorong kenaikan pasar adalah ekspektasi pemulihan barang-barang manufaktur yang telah kita lihat akan semakin kuat dan mendorong perekonomian maju. Namun kekhawatiran terbesar disana adalah konsumen harus melangkah pelan-pelan dan membuatnya terjadi," ujar Peter Jankovskis, analis dari OakBrook Investment seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/6/2010).

Namun penguatan indeks tergerus oleh melorotnya saham-saham sektor energi menyusul kekhawatiran badai tropis Alex yang akan mengganggu produksi minyak di Teluk Meksiko. Saham Exxon Mobil tercatat turun 1,1%.

Perdagangan berjalan sepi dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,08 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar. Ini adalah volume terendah sejak 5 April.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads