Demikian disampaikan Direktur Manajeman Modal dan Investasi DILD, Archied Noto Pradono usai RUPSLB di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Selasa (29/6/2010).
Ia mengatakan, pemecahan saham ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan di pasar modal. Jumlah saham yang beredar otomatis akan berlipat dua dari 5,1 miliar lembar menjadi 10,2 miliar lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemegang saham juga menyepakati untuk tidak membagikan dividen atas laba bersih di tahun buku 2009. Dana akan dialokasikan untuk reinvestasi dan pertumbuhan jangka panjang.
"Selama dua sampai tiga tahun ke depan, perseroan belum akan membaikan dividen," ungkap CEO Intiland, Lennard Ho.
Sepanjang tahun 2010, perseroan tengah mempersiapkan pengembangan proyek baru. Salah satunya, 1Park Residences, yaitu proyek kondominium yang terletak di Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta.
Perseroan akan meluncurkan tower ketiga, yang terakhir pada triwulan-III 2010. "Dua tower pertama telah diluncurkan pada Februari 2010 dan terjual 70%," tegasnya.
Ada pula proyek di Surabaya, berupa kawasan perumahan landed houses dengan konsep hijau. Proyek berada di lahan seluas 100 ha, dan 25 ha diantaranya sudah dikembangkan pada tahap pertama.
Sedangkan proyek-proyek yang sedang dipersiapkan oleh Intiland adalah mixed use di TB Simatupang seluas 7 ha. Peluncuran proyek ini rencananya akan dimulai pada tahun 2011. "Juga terdapat mixed use di Kebun Melati, Jakarta Pusat seluas 10 ha, Festival Walk, yang merupakan kawasan komersial dan apartemen 6 ha di Graha Famili, surabaya," paparnya.
"Jaringan hotel perseroan, Whiz Hotel Yogyakarta juga akan meluncur tahun ini. Whiz Hotel lain di Semarang, Surabaya, Jakarta dan Kota lainnya masih dalam perencanaan," imbuhnya.
Â
Â
Â
(wep/dro)











































