Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.955,831 dan sempat menguat ke level 2.960,811, naik 5 poin dari penutupan kemarin di level 2.955,732.
Sikap optimistis sempat membuat IHSG cenderung menguat, meski hanya dalam rentang kenaikan tipis. Sayangnya, mendadak terjadi aksi jual massal yang membuat IHSG langsung melorot cukup dalam. IHSG pun sempat jatuh ke level 2.923,180.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reversal ini membuat indeks-indeks Asia lainnya terseret ke zona negatif. Indeks Hang Seng dan Shanghai terkoreksi cukup dalam. IHSG pun langsung ikutan terkena aksi jual cukup massal.
Pada perdagangan Selasa (29/6/2010) sesi I, IHSG ditutup melorot 32,493 poin (1,09%) ke level 2.923,239. Indeks LQ 45 juga turun 6,837 poin (1,18%) ke level 568,990.
Kendati demikian, investor asing masih mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp 65 miliar.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 32.603 kali pada volume 1,383 miliar lembar saham senilai Rp 1,100 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 148 saham turun dan 67 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia berbalik arah ke zona merah terseret pelemahan bursa Jepang
- Indeks Shanghai turun 44,93 poin (1,77%) ke level 2.490,35.
- Indeks Hang Seng melorot 222,37 poin (1,07%) ke level 20.504,31.
- Indeks Nikkei 225 turun 86,51 poin (0,89%) ke level 9.607,43.
- Indeks Strait Times turun 22,84 poin (0,80%) ke level 2.847,15.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 ke Rp 34.250, Indofood (INDF) naik Rp 75 ke Rp 4.150, Hexindo (HEXA) naik Rp 50 ke Rp 4.875, Bayan (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 6.400.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 38.100, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 17.200, Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 17.700, BRI (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 9.200.
Â
Â
(dro/qom)











































