Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.955,831 dan sempat menguat ke level 2.960,811, naik 5 poin dari penutupan kemarin di level 2.955,732.
Sayangnya penguatan ini tidak bertahan lama. IHSG sontak berbalik arah ke zona negatif dengan tajam hingga sempat menyentuh level 2.872,417, anjlok 83 poin. IHSG bergerak dalam rentang cukup lebar antara 2.872,417 hingga 2.960,811 pada perdagangan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, Agricultural Bank of China (ABC) sedang menggelar masa penawaran awal (bookbuilding) IPO terbesar di dunia bernilai US$ 23,2 miliar atau Rp 208,8 triliun. ABC akan mencatatkan sahamnya di bursa Shanghai dan Hang Seng pada 15 dan 16 Juli 2010.
Investor di dua bursa tersebut diperkirakan menarik dananya besar-besaran dari pasar modal guna berpartisipasi dalam IPO ABC. Aksi ini menyebabkan indeks Shanghai merosot lebih dari 4%, sedangkan indeks Hang Seng melorot hampir 3%.
Kedua, penguatan mata uang Yen terhadap dolar AS dan Euro memicu pelaku pasar di bursa Jepang menarik dana dari pasar saham. Menjelang penutupan triwulan II-2010, kinerja keuangan banyak perusahaan di Jepang dinilai banyak yang tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, eksportir dan pengusaha ramai-ramai melakukan window dressing dengan mengejar keuntungan kurs untuk tetap mendongkrak pertumbuhan laba.
Ketiga, pertemuan G20 merekomendasikan negara-negara maju yang sudah kelebihan utang itu mengurangi porsi utang negaranya serta memangkas defisit dengan memangkas anggaran. Rekmendasi ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya keketatan likuiditas yang tentu akan berdampak negatif pada proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
Skema pemulihan ekonomi global diperkirakan tidak akan sesuai jadwal yang sudah diperkirakan. Kekhawatiran ini membuat pelaku pasar melakukan penarikan dana guna mengantisipasi ketatnya likuiditas.
Keempat, rekomendasi G20 diperkirakan bakal membuat skema penyelesaian utang-utang negara-negara Eropa Selatan menjadi lebih sulit untuk diselesaikan dalam waktu cepat. Akibatnya, investor Eropa memutuskan melakukan penarikan dana dari apsar saham.
Pada pembukaan perdagangan siang tadi, indeks-indeks Eropa langsung melemah dengan rata-rata di atas 1%. Indeks FTSE bahkan jatuh ke bawah level 5.000. Jika tidak terlihat adanya upaya mengangkat level FTSE, maka pasar saham Eropa berpeluang melanjutkan koreksi dalam jangka menengah.
Keempat faktor di atas menjadi pemicu utama koreksi bursa global pada perdagangan hari ini. Indeks future saham bursa Wall Street juga mengindikasikan terjadinya koreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berpeluang jatuh ke bawah level 10.000 pada perdagangan nanti malam.
Pada perdagangan Selasa (29/6/2010), IHSG ditutup melorot 62,361 poin (2,10%) ke level 2.893,371. Indeks LQ 45 juga anjlok 13,205 poin (2,29%) ke level 562,622.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 79.775 kali pada volume 3,653 miliar lembar saham senilai Rp 3,305 triliun. Sebanyak 33 saham naik, 191 saham turun dan 57 saham stagnan.
Transaksi investor asing tercatat berimbang dengan aksi beli sebesar Rp 1,255 triliun dengan aksi jual Rp 1,275 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 20,418 miliar.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya melemah terseret sentimen ekonomi global dan IPO ABC.
- Indeks Shanghai anjlok 108,22 poin (4,27%) ke level 2.427,05.
- Indeks Hang Seng melorot 516,71 poin (2,49%) ke level 20.209,97.
- Indeks Nikkei 225 turun 123,27 poin (1,27%) ke level 9.570,67.
- Indeks Strait Times turun 41,58 poin (1,45%) ke level 2.828,41.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bayan (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 6.400, Bentoel (RMBA) naik Rp 40 ke Rp 415, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 20 ke Rp 620, ACE Hardware (ACES) naik Rp 20 ke Rp 1.800.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 37.700, Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 47.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 17.000, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 17.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 18.800.
Â
Â
Â
(dro/qom)











































