Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 30 Jun 2010 09:23 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US mengalami penurunan membuat indeks Standard & Poor's 500 mencapai titik terendah sejak 30 Oktober yang dipicu oleh kekhawatiran melemahnya pertumbuhan di China dan menurunnya tingkat kepercayaan konsumer. Boeing Co., Caterpillar Inc. dan Alcoa Inc. jatuh lebih dari 5.5% setelah Confrence Board memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi di China. JP Morgan Chase & Co. turun 3.8% setelah Moody's mengatakan bahwa sektor perbankan menghadapi penurunan pendapatan yang diakibatkan oleh fee debit. Sementara perusahaan Zimmer Holdings Inc. naik 0.1% pada perdagangan kemarin. Indeks Standard & Poor's 500 (-3.1%) ke 1,041.24. Dow Jones Industrial Average (-2.7%) ke 9,870.30.

Regional : Bursa saham Asia anjlok di hari Rabu, dipicu oleh koreksi tajam pada Wall Street pada Selasa lalu. Saham-saham Jepang melemah tajam pada pembukaan perdagangan Rabu, dipimpin oleh saham perbankan dan teknologi di tengah kekhawatiran terhadap perekonomian global. Renesas Electronics Corp (-5.1%), dan Elpida Memory Inc (-5.6%). Shinsei Bank Ltd (-5.4%) Nikkei (-2%) 9,375 S&P/ASX 200 (-2%) 4,260 KOSPI (-1.43%) 1,683 STI (-1.71%) 2,782

Commodity: Minyak mentah jatuh terparah dalam 3 pekan terpicu oleh besarnya perlambatan pertumbuhan ekonomi China selama 5 bulan pada April dan merosotnya kepercayaan para konsumen AS di atas perkiraan. Minyak turun 3% setelah Conference Board menyatakan bahwa perlambatan ekonomi China lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Indeks Standard & Poor's 500 anjlok ke level terendah sejak Oktober. WTI Crude (-0.6%) $75.5/barrel, Gold 100 (0.0%) USD 1,241/t oz, CPO (+0.5%) RM 2,480/MT, Nickel (-7.6%) USD 19,075/MT, Tin (-3.6%) USD 17,600/MT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Economic & Industrial News

Economic: World Bank: Perekonomian Indonesia Terus Menguat

The World Bank memperkirakan perekonomian Indonesia akan terus menguat meski laporan ekonomi triwulan pertama 2010 menyatakan keadaan pasar dunia sedang tidak menentu. Ekonom senior World Bank Indonesia Enrique Blanco Armas di Makassar Selasa mengatakan, perekonomian diharapkan akan meningkat secara perlahan selama 2011 dikarenakan permintaan dalam negeri. Gejolak baru dalam kondisi keuangan dunia dan ketidakpastian pandangan ekonomi yang berkembang telah meningkatkan risiko-risiko kelemahan dalam jangka pendek terhadap ramalan-ramalan. Ia menambahkan, dalam jangka panjang, perkembangan ekonomi Indonesia menjadi di atas 7 persen pada pertengahan dekade, dengan catatan dipenuhinya agenda reformasi ambisius yang tertera dalam RPJMN 2010-2014. Perkiraan penguatan ekonomi Indonesia didukung peningkatan permintaan dalam negeri akan mendorong kekuatan secara menyeluruh. Jumlah impor akan terus bertambah lebih tinggi dari jumlah ekspor, inflasi akan terus meningkat pada pinjaman yang lebih tinggi dan permintaan harga-harga komoditas.

Economic: Pemerintah agar waspadai potensi pengangguran

Pemerintah diminta mewaspadai terjadinya potensi peningkatan jumlah pengangguran hingga 1,17 juta orang, terkait dengan kebijakan menaikkan tarif dasar listrik rata-rata sebesar 10% mulai 1 Juli 2010. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengungkapkan dengan adanya kenaikan TDL rerata 10% tersebut, hal itu akan menurunkan konsumsi listrik sektor industri sekitar 6,7%, sehingga mengurangi permintaan tenaga kerja 1,17%.

Banking: Suku Bunga Kredit dan Deposito Turun

Selama sepekan, perbankan kembali menurunkan suku bunga, kecuali suku bunga dasar kredit (SBDK) valas yang naik satu basis poin. Saat ini, spread atau rentang suku bunga kredit dengan deposito rupiah turun dari 5,96 persen menjadi 5,95 persen. Suku bunga dasar kredit rupiah turun dua basis poin, terutama pada kelompok kantor cabang bank asing yang turun 5 basis poin, kata Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI). Sementara itu, kelompok bank swasta, kantor cabang bank asing, dan campuran menurunkan bunga deposito satu bulan.

Economic: Pengenaan PPN 10% diminta dihapus

Pemerintah diminta menghapus kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% yang dikenakan atas setiap pembelian bunker atau bahan bakar kapal di perairan Indonesia. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pelayanan Bunker Indonesia (APBI) Jojok Moedjijo mengatakan penghapusan PPN itu akan menggairahkan pelayaran nasional untuk membeli bunker di perairan Indonesia.

Europe: Perbankan Eropa Masih Andalkan ECB untuk Penuhi Likuiditas

Perbankan di Eropa masih mengandalkan European Central Bank (ECB) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas mereka. Hingga saat ini, bank sentral Eropa itu telah mengucurkan dana € 930 miliar untuk membeli obligasi dan melaksanakan operasi pasar terbuka. ECB menilai, dana yang telah dikeluarkan itu lebih besar € 300 miliar dari kebutuhan normal likuiditas perbankan Eropa. Kamis (2/7) mendatang, perbankan harus membayar pinjaman mereka kepada ECB senilai € 442 miliar. Pinjaman itu merupakan bagian dari injeksi darurat ECB tahun lalu.

Thailand: Merevisi GDP

Pemerintah Thailand menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2010. Ini kedua kalinya dalam tiga bulan, Thailand melakukan revisi seiring meningkatnya nilai ekspor. Juru bicara Kementerian Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan, proyeksi GDP Thailand tahun ini naik berkisar 5% sampai 6%. Maret lalu, Kementerian Keuangan Thailand menaikkan proyeksi GDP menjadi 5% dari 4%, yang merupakan prediksi di Desember lalu.

South America: Peringkat Brasil Naik Jadi BBB-

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Senin kemarin meningkatkan peringkat Brasil menjadi positif dengan level BBB-. Melalui kenaikan ini, utang Brasil menjadi masuk teritori layak investasi (investment grade). Fitch menilai Brasil berhasil mencatatkan kinerja ekonomi yang lebih baik dari perkiraan selama resesi ekonomi global. Namun, Fitch memperingatkan ada potensi perubahan kebijakan setelah Pemilu Oktober yang berdampak kepada peringkat Brasil.


Corporate News

BBRI: Dua Bank Siapkan Rp600 Miliar untuk PT KA

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk mengalokasikan dana pinjaman siaga (standby loan) kepada PT Kereta Api (PT KA) senilai Rp600 miliar. Direktur Utama PT KA, Ignatius Jonan menjelaskan, bank penyedia dana siaga tersebut masing-masing mengalokasikan sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Namun, hingga menjelang semester I-2010, PT KA mengaku belum mencairkan sepeser pun dana pinjaman tersebut.

KREN: Bagi Dividen Rp 3,2 per Saham

Pemegang saham PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) sepakat membagikan dividen tunai sebagai Rp 3,2 per saham atau setara dengan 15,02% dari laba bersih perseroan di tahun 2009 Rp 12,441 miliar. Menurut Direktur Utama Kresna Securities Michael Steven, pembagian dividen akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2010. Dari total saham beredar saat ini sebesar 584 juta lembar di pasar,masing-masing akan mendapatkan dividen Rp 3,2. Total dividen setara dengan Rp 1,86 miliar.

ABBA: Bikin TV Kabel Syariah, Mahaka Media Investasi Rp 30 Miliar

PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akan membentuk TV kabel syariah. Ditargetkan, penyelesaian pembentukan TV berbayar ini akan rampung di semester-II 2010. Investasi yang disiapkan Rp 20-30 miliar. Dalam pembentukan TV berbayar ini, perseroan siapkan dana Rp 20-30 miliar yang bersumber dari penerbitan rights issue sebanyak 1.333.125.000 saham biasa dengan target dana Rp 139,978 miliar.

TKIM: Tingkatkan Kapasitas Pabrik, Investasi US$ 300 Juta

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik kertas, bubur kertas (pulp), dan kertas kemasan dari 4,6 juta metrik ton menjadi 4,8 juta metrik ton per tahun pada 2010. Biaya investasi untuk kegiatan ekspansi tersebut mencapai US$ 200-300 juta yang dianggarkan dari kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan.

DILD: Investasi Proyek Infrastruktur Rp 2 Triliun

PT Intiland Development Tbk (DILD) berencana menginvestasikan dana Rp 2 triliun untuk pembangunan infrastruktur untuk proyek mixed use di Jl TB Simatupang seluas 7 ha. Proyek ini baru saja perseroan dapat dari hasil akuisisi 90% saham PUTRA senilai Rp 450 miliar pada April 2010.

SMMT: Rajawali Kuasai 80,13% Saham SMMT

Rajawali Group telah meningkatkan kepemilikan di PT Eatertainment International Tbk (SMMT) menjadi 64,1 juta (80,13%), dari sebelumnya masih 56,67 juta (70,85%) saham. Rajawali memiliki saham tersebut melalui dua anak usahanya, yakni Green Palm Resources Pte Ltd yang tetap memiliki 37,96 juta unit (47,46%), dan PT Mutiara Timur Pratama telah meningkatkan kepemilikannya menjadi 26,14 juta unit (32,67%).

SKBM: Sekar Bumi genjot produksi hasil laut

PT Sekar Bumi Tbk siap menggenjot produksi hasil laut dari 12.000 ton per tahun menjadi 13.200 ton per tahun, menyusul peningktan kapasitas pabrik pengolahan udang melalui penambahan beberapa mesin grading dan pendingin. Direktur Sekar Bumi Freddy Adam mengatakan selama ini produksi hasil laut perusahaan ini sudah hampir stagnan karena tingkat utilisasi pabriknya sudah mencapai 100%. Itu sebabnya, kata Freedy, mulai Juli 2010 perusahaan tersebut akan menambah beberapa mesin baru untuk memacu peningkatan produksi, khususnya untuk udang.

ASIA: Trust Bearing-ASIA Teken Kerahasiaan Informasi

Trustr Bearing Investment (TBI) Pte Limited Singapura dan PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) telah menandatangani kesepakatan untuk menjaga kerahasiaan informasi. Penandatanganan itu merupakan awal dari proses uji tuntas yang dilakukan TBI untuk mengakuisisi 35% saham Asia Natural.

INKP: Laba Bersih US$44,6 Juta

Perusahaan bubur kertas (pulp) PT Indah Kiat Pulp&Paper Tbk (INKP) pada 1Q10 membukukan laba bersih US$44,6 juta atau naik 1.493,75% dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu yang rugi bersih US$3,2 juta. Sementara itu, penjualan bersih konsolidasi perseroan hingga akhir Maret 2010 mencapai US$567,7 juta atau naik 51% dibanding periode yang sama 2009 sebesar US$375,9 juta.

KREN: Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar

PT Kresna Graha Securindo Tbk (Kresna Securities) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 150 miliar - Rp 200 miliar pada 2H10 untuk memperkuat kinerjanya di tahun ini. Perseroan telah mengantongi izin dari pemegang saham untuk menggunakan asetnya sebagai jaminan terkait dengan proses penggalian dana eksternal tahun ini.

BLTA: Ikut Tender US$150 Juta

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) tahun ini mengikuti tender tambahan kontrak lima kapal pengangkut dan penyimpanan minyak senilai US$100-150 juta. Tender tersebut diadakan oleh sejumlah perusahaan migas, antara lain PT Pertamina dan PGAS.

 
Corporate Action


  • Hari ini (30/6), cum dividen tunai Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Rp 28,2598 per saham Ex date (01 Jul 2010)
  • Hari ini (30/6), cum dividen tunai Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) Rp 3 per saham Ex date (01 Jul 2010)
  • Hari ini (30/6), cum dividen tunai Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) Rp 30 per saham Ex date (01 Jul 2010)
  • Hari ini (30/6), cum dividen tunai SMART Tbk (SMAR) Rp 75 per saham Ex date (01 Jul 2010)

Technical Picks


  • BBRI (9150) – Sell
  • INDF (4050) – Sell
  • CPIN (3475) – Sell
  • UNTR (18800) – Sell


 


(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads