Demikian disampaikan Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo dalam sosialisasi kartu AKSes di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Rabu (30/6/2010).
Ia menambahkan, kompetisi sosialisasi ini tidak hanya mencakup keberadaan kartu AKSes secara fisik, melainkan juga manfaatnya. Yaitu, sebagai sarana informasi untuk mengakses dan memonitor data kepemilikan serta mutasi efek investor secara online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) juga mendukung adanya model sosialisasi baru, yang ditawarkan KSEI. "Setiap upaya kami mendukung, untuk memajukan iklim kondusif bagi investasi di Indonesia. KSEI meluncurkan AKSes untuk memudahkan mendapatkan informasi yang valid mengenai portofolionya," ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida.
Sejak diluncurkan pada 18 Juni 2009 dengan nama investor area, kemudian berubah nama menjadi AKSes di 23 Desember 2009, hingga kini masih banyak investor yang tidak mengetahui haknya mendapatkan fasilitas AKSes tanpa dipungut biaya alias gratis.
"Belum optimalnya respon investor terlihat dari minimnya jumlah pemegang kartu AKSes. Karena itu kita akan terus tingkatkan sosialisasi," kata Ananta.
Ananta menambahkan, KSEI menargetkan kepemilikan kartu AKSes bisa mencapai 50% dari total sub rekening yang ada mencapai 380 ribu, atau setara dengan 190 ribu pada tahun 2010.
"Mudah-mudahan 50% dari total sub rekening akan bisa di dapat sampai akhir tahun ini," imbuhnya.
Â
Â
(wep/dro)











































