Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 01 Jul 2010 09:15 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa saham AS merosot, memperpanjang penurunan kuartalan pertama Standard & Poor's 500 Index selama lebih dari setahun, menyusul peringatan Moody's Investors Service yang akan menurunkan peringkat Spanyol. Saham Alcoa Inc, Walt Disney Co, dan Hewlett-Packard Co turun sedikitnya 2,3% mempelopori penurunan Dow Jones Industrial Average. Moody's menyatakan peringkat Aaa Spanyol dalam bahaya. Saham General Mills Inc merosot 3,7% setelah perkiraan target laba pada tahun yang berakhir Mei 2011 ternyata di bawah estimasi para analis. Standard & Poor's 500 indeks (-1%) ke 1,030.71 ; Dow Jones Industrial Average (-1%) ke 9,774.02

Regional : Bursa saham Asia melemah setelah Moody's Investors Service menempatkan credit rating Spanyol dengan review potensi downgrade, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa masalah utang Eropa akan menghambat pemulihan ekonomi global. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc melemah sedikitnya 0.5% di Tokyo. BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia, turun 1.6% di Sydney. Nissan Motor Co (-1.9%) di tengah spekulasi akan melambatnya ekspor. Nikkei (-1%) 9,284 S&P/ASX 200 (-1%) 4,258 KOSPI (-0.44%) 1,690 STI (-0.29%) 2827

Commodity: Harga minyak mentah turun untuk hari keempat di New York setelah laporan pemerintah menunjukkan kenaikan cadangan bahan bakar di AS, pengguna energi terbesar di dunia, di luar perkiraan. Harga minyak merosot 0,4% kemarin setelah Departemen Energi melaporkan bahwa cadangan bahan bakar naik 537.000 barel menjadi 218,1 juta barel pekan lalu. Pasokan bahan bakar hasil sulingan, termasuk minyak pemanas dan diesel, mengalami peningkatan terbanyak dalam 2 bulan. Pasokan minyak mentah anjlok 2,01 juta barel. WTI Crude (-0.7%) $ 75.1/barrel Gold (-0.2%) USD 1,240/t oz CPO (-1.1%) RM 2,425/MT Nickel (+3.5%) USD 19,745/MT Tin (-1.0%) USD 17,425/MT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Economic & Industrial News

Banking: Indonesia Tolak Pengenaan Pajak Bank di G20

Indonesia keberatan dengan rencana pengenaan pajak atau financial levy kepada perbankan di Indonesia yang dianggap besar. Bank Indonesia (BI) menegaskan rasa keberatan itu dan sudah disampaikan pada pertemuan G20 di Toronto kemarin. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menuturkan, kesepakatan financial levy itu kemungkinan tidak akan diterapkan di Indonesia. RI merasa berat, karena pengenaan pajak ini akan membebani perbankan.

Spain: Moody`s Tempatkan Spanyol "Pada Tinjauan" Untuk Turun

Moody's Investor Service memperingatkan Spanyol, Rabu, pihaknya telah menempatkan peringkat utang negara itu "pada tinjauan untuk kemungkinan turun" karena lemahnya prospek pertumbuhan dari ekonomi yang rapuh. Lembaga pemeringkat kredit mengatakan, bisa menurunkan peringkat Aaa Spanyol "satu atau paling banyak dua, tingkat" pada akhir periode kajian tiga bulan. "Moody's Investor Service hari ini telah menempatkan peringkat obligasi pemerintah Spanyol dalam mata uang lokal asing Aaa pada tinjauan untuk kemungkinan turun," katanya. Keputusan itu dipicu oleh "memburuknya prospek pertumbuhan ekonomi (jangka pendek dan jangka panjang)", dengan "tantangan dihadapi pemerintah dalam mencapai target fiskal" dan oleh "kekhawatiran terhadap dampak dari kenaikan biaya pendanaan dalam jangka menengah." Peringatan itu menyusul keputusan lembaga pemeringkat lain, Fitch, pada 29 Mei untuk memangkas peringkat kredit Spanyol satu tingkat dari maksimum AAA menjadi AA +, beralasan bahwa pemulihan ekonomi akan menjadi lebih mati dari yang diperkirakan oleh pemerintah. "Prospek pertumbuhan Spanyol yang lebih lemah dibandingkan dengan peringkat Aaa negara lainnya," kata Kathrin Muehlbronner, wakil presiden Moody's dan pemimpin analis bagi negara itu.

Economic: G-20 hapus proteksionisme

Forum G-20 menyepakati penghapusan proteksionisme perdagangan dan investasi hingga 2013 guna meningkatkan peran perdagangan internasional dalam pertumbuhan ekonomi global. Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menuturkan dengan penghapusan proteksionisme tersebut, maka produk domestik bruto (PDB) dunia bisa meningkat hingga US$4 triliun, penciptaan 52 juta lapangan kerja, dan mampu mengeluarkan 97 juta penduduk dunia keluar dari garis kemiskinan.

Energy: Kenaikan TDL Dievaluasi tiap 3-6 Bulan Sekali

Pemerintah akan mengevaluasi dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) terhadap ekonomi masyarakat. Evaluasi tersebut akan dilakukan berkala setiap 3 atau 6 bulan sekali. Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menjamin kenaikan TDL mulai 1 Juli 2010 tersebut tidak akan menghambat daya saing industri di tanah air karena kenaikannya masih dalam batas yang wajar.

Economic: Pemerintah Akui Belum Negosiasi dengan AS Soal Utang

Pemerintah mengaku belum melakukan negosiasi kembali dengan Amerika Serikat (AS) terkait utang senilai USD29,92 juta yang dialihkan untuk konversi hutan di Sumatera (debt for nature swap). Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menambahkan, hal tersebut masih dalam tahap pembicaraan awal karena dibawah koordinasi Menko dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait lainnya.


Corporate News

MNCN: MNC Curiga Ada Konspirasi Kasus TPI

PT Media Nusantara Citra Tbk, menduga ada konspirasi antara kasus gugatan kepemilikan TPI dan kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Juru bicara MNC Group Aria Mahendra Sinulingga mengatakan, dua kasus ini sepertinya bersatu untuk menghantam MNC. Dikatakannya, Rabu petang, kuasa hukum TPI kubu Siti Hardijanti Rukmana, Denny Kailimang dan tersangka mantan direktur utama PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), Yohannes Waworuntu mengadakan konferensi pers. Dalam pertemuan itu, Yohannes mengungkapkan persengketaan kepemilikan saham TPI antara Hary Tanoesoedibjo dengan Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut).

BEKS: Bank Eksekutif Ubah Nama Jadi Pundi Indonesia

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional Tbk memutuskan mengubah nama Bank Eksekutif menjadi Bank Pundi Indonesia. Direktur Utama Bank Eksekutif Gandhi Ganda Putra mengatakan perubahan nama ini menyusul fokus bisnis perseroan berubah ke sektor mikro. Bank Eksekutif kini tengah menunggu persetujuan dari Kementrian Hukum dan HAM mengenai perubahan tersebut.

VRNA: Verena Multifinance tak bagi dividen

PT Verena Oto Finance Tbk yang kini berubah nama menjadi PT Verena Multifinance Tbk tidak membagikan dividen dan menggunakan 99% laba bersih tahun lalu sebesar Rp16,22 miliar sebagai laba ditahan. Direktur Verena Multifinance Andi Harjono mengatakan perseroan berkomitmen memperkuat permodalan guna menopang ekspansi pembiayaan baru pada tahun ini. Dengan demikian untuk tahun ini perseroan kembali tidak membagikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

CITA: Bagi Dividen Rp 20,77 per Saham

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) akan membagikan dividen sebesar Rp 20,77 per saham dari perolehan laba bersih di tahun buku 2009 Rp 20 miliar. Dividen sebesar Rp 20,77 per saham didapat dari pencapaian laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 41,3 miliar. Sedangkan sisanya diambil dari laba ditahan tahun 2008. Total dividen yang akan dibagikan adalah sebesar Rp 70 miliar atau setara 171,9% dari laba bersih 2009 yang sebesar Rp 41,3 miliar. Pembagian dividen akan dilakukan pada 10 Agustus 2010.

ASIA: Juli, Divestasi ke Trust Bearing Diharapkan Rampung

Rencana divestasi 35 persen saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) kepada Trust Bearing Invesment yang dimiliki Vier Jamal Ahmad, diharapkan selesai pada Juli 2010. Saat ini, proses penjualan saham masih dalam tahap uji tuntas (due dilegence) yang dilakukan oleh pemegang saham ASIA dan pihak yang berminat tersebut. "Nilai investasi ini diperkirakan mencapai Rp235 miliar.

CMNP: Restrukturisasi Utang Rp951 Miliar

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) merestrukturisasi utang anak perusahaannya, PT Citra Margatama Surabaya (CMS), senilai Rp951 miliar. Langkah tersebut akan semakin meningkatkan kinerja keuangan perseroan.

ETWA: Tuntaskan Akusisi 2 Perusahaan

PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) telah menuntaskan akuisisi saham dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Maiska Bhumi Semesta (MBS) dan PT Malindo Persada Khatulistiwa (MPK) pada 23 Juni 20100. Perseroan telah meningkatkan kepemilikan sahamnya dari sebelumnya sekitar 43% menjadi 99,9% pada perusahaan tersebut.

BBRI: Tahun Ini, BRI Targetkan Nilai Transaksi Kartu Kredit Tumbuh 30%

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan nilai transaksi kartu kredit tahun ini tumbuh 30%. Seperti halnya penerbit kartu kredit lainnya, BRI memiliki strategi khusus untuk mendorong pertumbuhan transaksi kartu kreditnya. Pada musim liburan kali ini, perusahaan menawarkan paket liburan dan nonton, ungkap General Manager Kartu Kredit BRI Muhammad Helmi. Hingga Maret 2010, jumlah kartu kredit BRI mencapai 360.000 kartu. Jika menilik data transaksi kartu kredit BRI tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun, berarti tahun ini BRI b erharap bisa meraih transaksi kartu kredit sebesar Rp 2,6 triliun.

BUMI: Penjualan Anak Usaha BUMI Terhambat Gadai Saham

Trustr Bearing Investment (TBI) Pte Limited Transaksi penjualan saham anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Mitratama Perkasa (PTMP), terancam batal. Adanya gadai saham PTMP yang dilakukan BUMI dengan Deutsche Bank menjadi hambatan terwujudnya transaksi tersebut. Direktur-Chief Financial Officer BUMI Andrew C Bechkam mengatakan transaksi itu terhambat karena dalam condition precedent dengan pihak pembeli, PT Cahaya Pratama Lestari, disepakati bahwa saham PTMP harus bebas dari segala bentuk gadai saham. Dari transaksi tersebut, perseroan menyatakan bisa meraup keuntungan sebesar US$ 93,74 juta dari penjualan 99,83% saham di Mitratama kepada PT Cahaya Pratama Lestari. Dalam laporan keuangan kuartal I 2010 disebutkan bahwa BUMI menandatangani perjanjian jual beli saham Mitratama pada 31 Maret senilai US$ 120 juta.

BSWD: Bagi Dividen 56,38% Dari Laba

PT Bank Swadesi Tbk berencana membagi dividen sebanyak 56,38% dari total laba bersih 2009 atau senilai Rp20,83 miliar. Dividen akan dibagikan untuk 868 juta saham perseroan yang beredar. Bank Swadesi bakal membagikan dividen Rp24 per saham atau total Rp20,83 miliar.

ADMF: Kaji Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) mengkaji penerbitan obligasi pada 2H10 mendatang. Nilai obligasi yang akan diterbitkan itu berkisar antara Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Rencana emisi obligasi itu dilakukan guna memanfaatkan kondisi pasar modal yang sedang membaik.

BNGA: CIMB Niaga Pangkas Obligasi

PT CIMB Niaga Tbk memangkas penerbitan obligasi subordinasi bertenor 7 tahun menjadi Rp1,38 triliun dari semula Rp1,5 triliun dengan imbal hasil lebih besar dari ekspektasi semula. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan kemarin, manajemen bank itu menjelaskan setelah melalui masa pengumpulan minat (book building), perseroan menetapkan tingkat imbal hasil (yield) yang ditawarkan sebesar 11,3% atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekspektasi semula di kisaran 10% hingga 11%. Obligasi ini merperoleh peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).


Corporate Action


  • Hari ini (1/7), cum dividen tunai Mustika Ratu Tbk (MRAT) Rp 9,82 per saham Ex date (2 Jul 2010)
  • Hari ini (1/7), cum dividen tunai JAPFA Tbk (JPFA) Rp 5 per saham Ex date (2 Jul 2010)
  • Hari ini (1/7), cum dividen tunai Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) Rp 70 per saham Ex date (2 Jul 2010)
  • Hari ini (1/7), cum dividen tunai Multibreeder Adirama Ind. Tbk (MBAI) Rp 5 per saham Ex date (2 Jul 2010)
  • Hari ini (1/7), cum dividen tunai Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Rp 6 per saham Ex date (2 Jul 2010)
  • Hari ini (1/7), cum rights issue Bank Windu Kentjana Int l (Tbk) MCOR, rasio 37(new) : 100(old) Rp 200 per lembar saham. Ex date (2 Jul 2010)

Technical Picks


  • BKSL (131) - Spec Buy
  • BDMN (5400) - Sell on Strength
  • GGRM (34200) - Buy on Weakness
  • ISAT (4950) Spec Buy
Β 

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads