Mengawali perdagangan IHSG dibuka turun tipis ke level 2.912,881 dan kemudian sempat melorot ke level 2.879,307, anjlok 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.913,684.
Pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh sentimen negatif bursa-bursa regional. Indeks Nikkei 225 jatuh cukup dalam lebih dari 2% melanjutkan koreksi tajam bursa Wall Street tadi malam serta dipicu oleh proyeksi melambatnya perekonomian China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, saham-saham sektor komoditas, perbankan dan infrastruktur menjadi bulan-bulanan aksi jual investor di lantai bursa. Hanya saham sektor konsumsi yang masih menguat.
Pada perdagangan Kamis (1/7/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 28,246 poin (0,97%) ke level 2.885,438. Indeks LQ 45 juga turun 5,041 poin (0,90%) ke level 561,059.
Kendati demikian, investor asing masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 116 miliar.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 44.925 kali pada volume 3,038 miliar lembar saham senilai Rp 1,275 triliun. Sebanyak 47 saham naik, 144 saham turun dan 49 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia kembali terperosok terseret koreksi tajam bursa Jepang yang mengkhawatirkan perlambatan ekonomi China
- Indeks Shanghai turun 1,55 poin (0,06%) ke level 2.396,82.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 193,20 poin (2,06%) ke level 9.189,44.
- Indeks Strait Times turun 14,74 poin (0,52%) ke level 2.820,77.
- Indeks KOSPI turun 18,54 poin (1,09%) ke level 1.679,75.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 37.350, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 17.200, Indofood (INDF) naik Rp 150 ke Rp 4.300, Sari Roti (ROTI) naik Rp 70 ke Rp 1.580, Indocement (INTP) naik Rp 50 ke Rp 15.850.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 16.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 18.900, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 250 ke Rp 5.150, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 9.100.
Â
Â
(dro/qom)











































