Sebelum pembukaan perdagangan, Departemen Tenaga Kerja AS melansir klaim awal pengangguran meningkat menjadi 472.000 untuk pekan yang berakhir pada 26 Juni. Angka itu berarti meningkat 13.000 dari pekan sebelumnya.
Data negatif bertambah dari angka penjualan rumah AS yang turun selama Mei. National Association Realtors mengungkapkan, indeks penjualan rumahnya turun 30% menjadi 77,6 berdasarkan kontrak yang dibuat Mei. Indeks ini sebelumnya telah naik selama 3 bulan berturut-turut bahkan sempat menembus titik tertingginya di 110,9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang setiap orang khawatir tentang potensi depresi yang besar atau deflasi akan terjadi. Inilah yang benar-benar mengguncang pasar," ujar Paul Mendelson, analis dari Windham Financial Services seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/7/2010).
Saham-saham langsung mengalami aksi jual yang tajam sejak awal perdagangan. Namun tekanan jual mereda menjelang penutupan perdagangan.
Pada perdagangan Kamis (1/7/2010), indeks Dow Jones melemah 41,49 poin (0,42%) ke level 9.732,53. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,33 poin (0,32%) ke level 1.027,38 dan Nasdaq melemah 7,88 poin (0,37%) ke level 2.101,36.
Perhatian pasar sepertinya mulai beralih dari masalah krisis di Eropa ke data-data perekonomian AS yang mengkhawatirkan seiring lambatnya pemulihan ekonomi.
Saham-saham perusahaan pertambangan emas mengalami pukulan terbesar, setelah anjloknya harga emas. Saham Barrick Gold turun 5,2%, Newmont Mining Corp turun 4,5% dengan indeks PHLX Gold/Silver Sector turun 4,4%.
Volume perdagangan cukup besar dengan transaksi perdagangan di New York Stock Exchange mencapai 11,65 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































