Alcoa Inc. dan Boeing Co. turun lebih dari 9.9% pada perdagangan minggu lalu setelah Confrence Board memangkas estimasi pertumbuhan di China dan laporan pemerintahan US yang menunjukkan pertumbuhan tingkat pekerjaan dan data manufaktur yang sesuai dengan estimasi median para analis. Sektor finansial pada indeks Standard & Poor's 500 turun 7.6% setelah Moody's Investor Service mengeluarkan pernyataan bahwa JP Morgan dan Bank of America Corp. memiliki kemungkinan penurunan dari segi pendapatan. Indeks Standard & Poor's 500 (-0.47%) ke 1,022.58. Dow Jones Indsutrial Average (-0.47%) ke 9,686.48.
Regional: Saham-saham Jepang menguat pada pembukaan perdagangan Senin, dengan dipimpin oleh sejumlah perusahaan teknologi. Elpida Memory Inc (+3.9%), dan Sanyo Electric Co (+2.6%), sementara saham Sony Corp (+1.8%) setelah Credit Suisse memberikan rating outperform dalam initiated coverage saham perusahaan. Nissan Motor (+1.2%), meski di tengah laporan bahwa pihaknya berencana untuk melakukan recall terhadap 1.000 kendaraan di Korea Selatan. Bursa saham Korea Selatan juga mengawali perdagangan Senin dengan penguatan tipis seiring meningkatnya bargain hunting peritel setelah koreksi selama 4 sesi. Nikkei (+0.5%) 9249, KOSPI (+0.07%) 1,673, S&P/ASX 200 (+0.5%) 4259, STI (+0.27%) 2851.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Tenaga kerja sektor swasta AS terserap 83.000
Penyerapan tenaga kerja sektor swasta di Amerika Serikat pada Juni mencapai 83.000 jiwa, atau lebih rendah dari rata-rata tiap bulan selama Semester I tahun ini yang sekitar 100.000 jiwa. Laju penyerapan lapangan kerja baru di AS yang melambat memunculkan dugaan dari kalangan ekonom bahwa pemulihan ekonomi negeri Paman Sam akan mengalami pelambatan pada Semester II/2010. Menteri Tenaga Kerja AS Hilda L. Solis menyebutkan jumlah tenaga kerja baru yang tercipta di sektor swasta selama Juni mencapai 83.000 jiwa.
Economic: Semester I, Penerimaan Negara Rp 264,1 Triliun
Penerimaan negara dari sektor pajak mulai merangkak naik. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak), penerimaan semester I-2010 atau per Juni telah mencapai Rp 264,1 triliun. Sumihar Petrus Tambunan, direktur Kepatuhan dan Potensi Penerimaan Dirjen Pajak mengatakan penerimaan sebesar itu sudah mencapai 44,5 persen dibanding target penerimaan APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) sebesar Rp661 triliun. Penerimaan 44,5 persen ini sudah dihitung berikut dengan PPh migas.
Β
Energy: Tender Distributor BBM Bersubsidi 2010 Sepi Peminat
Tender distributor bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 2010 sepi peminat. Dari 15 badan usaha yang mengambil dokumen penawaran, ternyata hanya enam perusahaan yang masih bertahan dalam tender tahunan tersebut. Keenam badan usaha itu yaitu PT Pertamina (Persero) PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Petronas Niaga Indonesia, PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia. Sebelumnya, BPH Migas telah mengundang 34 badan usaha untuk mengikuti tender distributor BBM bersubsidi 2011. Namun dari 34 badan usaha yang diundang, hanya 15 badan usaha yang mengambil dokumen penawaran.
Economic: OJK Tarik Biaya 0,03% Dari Dana Kelolaan Sebuah Jasa Keuangan
Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya akan mengatur dan mengawasi seluruh sektor jasa keuangan. Seluruh sektor jasa keuangan tersebut akan ditarik fee (biaya) sehingga OJK tidak menggunakan APBN dalam operasionalnya. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam-LK) Fuad Rahmany mengatakan fee yang ditarik kepada sebuah jasa keuangan ditentukan dari total dana yang dikelola. Misalnya ada sebuah perusahaan jasa keuangan seperti bank, dana yang dikelolanya sampai Rp 1 triliun. Maka dia harus bayar fee pengawasan sebesar 0,02% sampai 0,03% dari Rp 1 triliun tersebut, tutur Fuad mencontohkan.
US: Obama: Ekonomi AS Lebih Baik, Namun Tidak Cukup Cepat
Presiden Barack Obama, Jumat mengatakan, perekonomian Amerika Serikat menuju ke arah yang benar, namun tidak cukup cepat, setelah angka baru pekerjaan menambah ketakutan pemulihan melambat. Obama menaruh sebuah putaran positif pada angka bulanan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan ekonomi kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya sejak Desember, dengan 125.000 pos menghilang bulan lalu, terutama disebabkan oleh penurunan dalam pekerjaan sementara untuk sensus. "Perekonomian kita telah menciptakan hampir 600.000 pekerjaan sektor swasta tahun ini," Obama mengatakan. "Jangan salah, kami menuju ke arah yang benar tapi ... kita tidak menuju ke sana cukup cepat untuk banyak orang Amerika. Kita tidak menuju ke sana cepat bagi saya cukup baik." Obama berjanji untuk melakukan segala sesuatu yang bisa dia lakukan untuk menciptakan lapangan kerja, karena membengkaknya angka pengangguran tetap menjadi masalah besar pada November membanyangi pemilihan kongres masa pertengahan.
Economic: IMF siap suntik dana ke 3 negara Eropa Timur
Dana Moneter Internasional (IMF) siap menyuntikkan pinjaman untuk tiga negara Eropa Timur yaitu Ukraina, Polandia, dan Rumania, masing-masing sebesar US$ 14,9 miliar, US$ 20,43 miliar, dan US$ 1,15 miliar. Pinjaman untuk Ukraina akan diberikan dari fasilitas stand-by arrangement (SBA). Kesepakatan telah dicapai antara otoritas setempat dengan staf misi IMF yang diterjunkan langsung ke Kiev, Ibu Kota Ukraina, selama 21 Juni-3 Juli 2010. Polandia akan menerima pinjaman siaga melalui Flexible Credit Line (FCL), fasilitas pinjaman tanpa syarat yang dapat ditarik sewaktu-waktu bagi negara yang memiliki kebijakan ekonomi baik. Dana US$ 20,43 miliar dari FCL sudah disetujui oleh Dewan Eksekutif di Washington DC, AS, pada Jumat waktu setempat.
Banking: Inflasi Naik, BI Rate Diproyeksikan Tetap 6,5%
Walaupun inflasi naik menjadi 0,97 persen pada Juni lalu, tingkat suku bunga acuan (BI rate) diperkirakan akan tetap bertahan di level 6,5 persen. Walaupun inflasi naik di 0,97 persen, BI Rate diperkirakan akan tetap bertahan di level 6,5 persen. Karena kenaikan inflasi saat ini bukanlah suatu trend jangka panjang.
Economic: Dana Asing Bertambah, Ekonomi Indonesia Positif
Meningkatnya dana asing yang masuk ke Indonesia dinilai bakal berdampak positif bagi perekonomian Indonesia kedepannya. Sebagai diketahui, per Juni 2010 dana asing yang masuk ke surat utang negara (SUN) mengalami peningkatan sebanyak 85,94 persen menjadi sebesar Rp162,05 triliun jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2009 (year on year/yoy) yang sebesar Rp87,15 triliun.
Corporate news
BMRI: Salurkan Rp 200 Miliar ke Anak Usaha
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyalurkan kredit kepada anak usahanya, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) sebesar Rp 200 miliar sebagai fasilitas pembiayaan mobil bekas. Menurut Senior Vice President Business Banking I Bank Mandiri Tatang Tabroni, penyaluran pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan bisnis showroom penjualan kendaraan bermotor. Khususnya di kawasan Pusat Mobil Kemayoran (PMK). Sinergi ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan MTF untuk berkompetisi dan meningkatkan performa bisnis. Sampai saat ini Tunas Finance memiliki jaringan 32 kantor cabang di 20 kota di Indonesia.
CPRO: BEI: CPRO Harus Punya Solusi Standstill Agreement
Bursa Efek Indonesia (BEI) mendesak manajemen PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) untuk segera memberi solusi, setelah masa standstill agreement berakhir 30 Juni 2010. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito manajeman CPRO disarankan untuk bertemu dengan pemegang surat utang obligasi senilai US$ 17,9 juta. Pertemuan diharapkan menghasilkan solusi baru terkait gagal bayar (default), akibat serangan virus yang berdampak terganggunya kinerja perseroan.
LTLS: Bentuk Cucu Perusahaan di Vietnam
Perusahaan manufaktur PT Lautan Luas Tbk (LTLS) melalui anak usahanya Lautan Luas Singapore Ltd Pte secara resmi membentuk cucu perusahaann barunya Lautan Luas Vietnam yang merupakan unit manufakturnya yang baru.
SMMT: Bursa Masih Tunggu Penjelasan SMMT
Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu penjelasan dari PT Eatertainment International Tbk (SMMT) terkait kenaikan harga saham perusahaan yang baru saja diambil alih Grup Rajawali tersebut. Suspensi masih dilakukan sampai mereka berikan penjelasan lebih lanjut.
BCIC: Gaji Direksi Bank Mutiara Naik 10%
PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) yang dulu bernama Bank Century menaikan gaji direksi dan komisaris sebesar 10 persen pada tahun 2010 ini. Menyetujui kenaikan gaji direksi perseroan sebesar 10 persen terhitung tanggal 1 Januari 2010.
INDY: Finalisasi Kontrak US$ 200 JUTA
PT Indika Energy Tbk (INDY) sedang memfinalisasi kontrak penambangan batubara milik PT Kideco Jaya Agung di Samarangau, Kalimantan Timur senilai US$200 juta atau sekitar Rp1,85 triliun. Kotrak tersebut diperoleh melalui anak usahanya, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO).
SMAR: SMART Menjamin Kelestarian Produk
Produsen minyak kelapa sawit terintegrasi nasional, PT SMART Tbk, mengumumkan sejak tanggal 1 Juli 2010 telah mengimplementasikan produser standar operasi terbaru. Standar ini menjamin kelestarian produk. Menurut Direktur Utama SMART Daud Dharsono, SMART juga membentuk Departemen Penanganan Keluhan untuk menampung dan menganalisis keluhan masyarakat dan menyerahkan keluhan itu ke departemen teknis untuk menyelesaikan.
TMPI: 30 Juli Terbitkan Waran
PT Agis Tbk (TMPI) akan menerbitkan 1 miliar waran dalam 2 tahap. Perseroan akan menerbitkan 500 juta waran seri III tahap pertama pada 30 Juli 2010, dan 500 juta lembar sisanya akan diterbitkan enam bulan kemudian. Waran seri III tahap pertama yang memiliki nilai nominal Rp100 per lembar akan ditawarkan Rp 125 per lembar.
KARK: Beli Kapal Rp 240 Miliar
PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) menargetkan pembelian 2 kapal tongkang pengangkut batubara sepanjang tahun ini. Total investasinya sebesar Rp 240 miliar. Perusahaan itu telah membeli dua kapal tongkang dengan kapasitas angkut masing-masing 8 ribu metrik ton.
PWON: Targetkan Pendapatan Rp 1,1 Triliun
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menargetkan pendapatan usaha Rp 1,1 triliun pada 2010, atau melonjak 57,82% dibanding tahun 2009 sebesar Rp 697 miliar. Pencpaaianya ditopang dengan penjualan dari pengembangan beberapa proyek properti di Surabaya dan Jakarta.
TRIL : Kasus Triwira Masuk Penyidikan Bapepam-LK
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meningkatkan status pemeriksaan dugaan transaksi saham semu PT Triwira Insan Lestari Tbk ke ranah penyidikan. Kasus yang terjadi pada 2008 lalu kini mulai disidik, setelah hampir setahun diperiksa.
(etr/dnl)











































