IHSG Naik Tipis 6 Poin

Sesi I

IHSG Naik Tipis 6 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 05 Jul 2010 12:16 WIB
IHSG Naik Tipis 6 Poin
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak perlahan di tengah sepinya sentimen di pasar. IHSG bergerak bersamaan dengan bursa regional yang juga serba minim.

Membuka perdagangan di tadi pagi, IHSG menguat tipis 1,13 poin atau 0,05% menjadi 2875,625. Pada perdagangan Senin (5/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 6,955 poin (0,24%) ke level 2878,509. Indeks LQ 45 juga naik 1,162 poin (0,21%) ke level 557,778.

Meski ada kekhawatiran pertumbuhan China yang mulai melambat, namun IHSG masih bisa bertahan di zona hijau dengan adanya topangan dari penguatan bursa Jepang. Bursa Jepang sendiri tadi pagi ditopang oleh penguatan sejumlah perusahaan teknologi, seperti Elpida Memory Inc (+3.9%), dan Sanyo Electric Co (+2.6%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perekonomian China yang diproyeksikan melambat diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga-harga komoditas, melambatnya proyek infrastruktur serta ketatnya likuiditas.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif, zona merah masih membayangi bursa China. Berikut kondisi bursa-bursa regional:

  • Indeks Shanghai turun 38,67 poin (1,62%) ke level 2.344,23.
  • Indeks Hang Seng turun 45,38 poin (0,23%) ke level 19.859,94       
  • Indeks Nikkei 225 naik 77,14 poin (0,84%) ke level 9.280,23.     


Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 33.072 kali pada volume 1,616 miliar lembar saham senilai Rp 1,013 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 72 saham turun dan 66 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke level Rp 6.450, Astra International (ASII) naik Rp 350 ke level Rp 46.650 dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke level Rp 34.250.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Smart (SMAR)turun Rp 200 ke level Rp 3.300, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 ke level Rp 9.150 dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 ke Rp 16.150.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads