Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat tipis dalam volume perdagangan yang ekstra tipis pula. IHSG bergerak lesu di tengah minimnya sentimen dan beragamnya gerak bursa regional.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 1,13 poin atau 0,05% menjadi 2875,625. IHSG bergerak sangat lambat, dan terlihat investor sangat berhati-hati. Pengumuman BI Rate di level 6,5% tampaknya juga sudah diantisipasi oleh para investor.
Pada penutupan perdagangan Senin (5/7/2010), IHSG ditutup memasuki zona hijau dengan naik 5,750 poin (0,20%) ke level 2877,304. Indeks LQ 45 juga ditutup menguat tipis sebanyak 1,465 poin (0,26%) ke level 558,081.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional masih bervariatif, namun kondisi bursa di China tidak banyak berubah dan masih terjebak di zona merah akibat kekhawatiran pertumbuhan negeri tirai bambu itu yang mulai bergerak melambat.
Berikut kondisi bursa regional:
Indeks Komposit Shanghai melemah 18,95 poin (0,80%) ke level 2.363,95.
Indeks Hang Seng turun 63,12 poin (0,32%) ke level 19.842,20.
Indeks Nikkei-225 naik 63,07 poin (0,69%) ke level 9.266,78.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 59.407 kali dengan volume 2,922 miliar lembar saham senilai Rp 2,082 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 89 saham turun dan 70 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 3.300, Indo Tambang Megah Raya (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 37.000, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 ke Rp 16.150.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 6.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 400 ke Rp 46.700, Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 200 ke Rp 7.300.
Sementara, nilai tukar rupiah menguat tipis ke posisi Rp 9.065/US$ jika dibandingkan posisi akhir pekan lalu sebesar Rp 9.070/US$.
(ang/qom)











































