Pada perdagangan Selasa (6/7/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tipis 57,14 poin (0,,59%) ke level 9.743,62. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,48 poin (0,54%) ke level 1.028,06 dan Nasdaq menguat 2,09 poin (0,10%) ke level 2.093,88.
Investor mulai melanjutkan lagi pembelian saham secara selektif setelah selama 5 hari berturut-turut sebelumnya indeks di Wall Street selalu berakhir negatif, bahkan S&P 500 berada di titik terendahnya dalam 10 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun jelas tidak ada seorang pun percaya saat ini akan terjadi rally. Sentimen pasar masih bearish dan tidak diperdebatkan lagi bahwa pemulihan ekonomi melambat," imbuhnya.
Bryan McCormick, analis dari optionMonster.com mengatakan, aktivitas perdagangan pada SElasa kemarin merupakan perilaku klasik dari kondisi pasar yang bearish.
Saham-saham perbankan ditutup menguat, seperti Bank of America naik 1,6%, Goldman Sachs naik 0,9% dan indeks KBW bank naik 1,2%.
Institute for Supplu Management menyampaikan data aktivitas sektor jasa menunjukkan pertumbuhan selama Juni, namun pada tingkat yang lebih lambat ketimbang Februari. Hal itu semakin menguatkan kekhawatiran investor bahwa perekonomian berjalan lambat.
Saham-saham peritel mengalami tekanan paling berat setelah Citigroup memangkas target harga saham-saham ritel, termasuk Home Depot, Macy's Inc dan JC Penney Co. Saham Home Depot turun 1,5%, Macy's turun 2,5% dan JC Penney turun 1,6%.
Sementara saham BP melonjak hingga 9% setelah perusahaan yang sedang didera masalah tumpahan minyak itu menepis rumor akan menerbitkan saham baru dalam rangka meraup dana untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Namun perdagangan berjalan tipis dengan volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya 8,69 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































