Demikian disampaikan Direktur Indika Energy Azis Armand kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (7/7/2010)
"Selama penutupan pasti ada kerugian, namun hanya scheduling saja," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditutup sementara oleh Inspektur Tambang yang melakukan investigasi karena tahun ini sudah ada 5 kecelakaan fatal di Kideco," ujar Kasubdit Keselamatan,Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3), Direktorat Tekhnik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Dirjen Minerbapabum Syawaluddin Lubis pekan lalu.
Korban tewas adalah karyawan Kideco dengan rincian Januari dua korban, Mei dua korban serta Juni 1 orang. Selain korban meninggal, ada juga karyawan yang mengalami luka berat dan ringan.
"Sehingga diputuskan untuk melakukan penghentian sementara sampai pihak Kideco melakukan perbaikan K3," jelasnya.
Untuk itu, Indika berjanji untuk melakukan evaluasi terhadap standar prosedural perseroan dalam berproduksi. Sebagai salah satu anak usaha, lanjutnya, sudah menjadi tanggung jawab Indika agar kecelakaan tidak terjadi lagi.
"Itu concern kami. Akan ada perbaikan, saya optimis bisa teratasi," papar Azis.
(wep/dnl)











































