Terapkan Sistem Baru, CIMB Securities Incar 10 Ribu Nasabah

Terapkan Sistem Baru, CIMB Securities Incar 10 Ribu Nasabah

- detikFinance
Rabu, 07 Jul 2010 14:25 WIB
Jakarta - PT CIMB Securities Indonesia akan menetapkan transaksi berbasis Direct Market Access (DMA) pada akhir Juli 2010. Melalui sistem baru ini, perseroan menargetkan pertambahan 10 ribu rekening nasabah baru.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT CIMB Securities Bernard Thiem di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta. Rabu (7/7/2010).

DMA merupakan pengembangan dari layanan online trading, yang dipercaya dapat mempercepat waktu transaksi dan meningkatkan nilai perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah siapkan DMA. Kami sedang tunggu approval dari bursa (BEI/Bursa Efek Indonesia). Akhir bulan ini bisa launching," jelas Bernard.

Perseroan juga menargetkan penambahan nasabah baru hingga 10 ribu account dengan diluncurkannya fasilitas transaksi efek secara online berlabel i*Trade@CIMB.

"Akan ada tambahan 10 ribu, dari saat ini kita yang memiliki 4 ribu nasabah," ungkapΒ  Direktur perseroan William Henley.

Ia menambahkan, total 4 ribu nasabah ini seluruhnya teratasi oleh institusi ataupun ritel. Nasabah institusi perseroan saat ini jumlahnya mencapai 3.200 nasabah atau setara dengan 60% dari total nasabah. Sisanya, 2.400 merupakan nasabah ritel.

"Kita sudah kembangkan sejak tahun 2008. Kita harap ritel bisa mencapai 10% dari fasilitas i*Trade ini," tambahnya.

Menurut Bernard, layanan terbaru ini selain bisa memantau transaksi saham secara realtime, juga bisa memesan saham dengan didukung oleh enkripsi SSL 256 dari VeriSign untuk menjamin keamanan transaksi.

"Layanan ini juga dapat mengakses laporan riset CIMB Group dari Asia Tenggara secara tepat. Ini tentunua akan memberikan informasi dalam berinvestasi," ucapnya.

Penetapan fee transaksi untuk layanan online tranding CIMB Securities sebesar 0,18% untuk beli dan 0,28% untuk jual. "Khusus untuk masa promosi sampai akhir September 2010, kami tetapkan 0,128% untuk beli dan 0,228% untuk jual," papar William.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads