Menurut Direktur Utama Skybee Hendra Kendro perseroan siap menjual 600 ribu unit ponsel untuk pasar menengah ke bawah. Harga per unit yang ditawarkan Skybee Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.
"Kami akan tawarkan Indonesia Celular Show, untuk produk-produk baru yang inovatif. Sebanyak 74% pengguna ponsel Indonesia membeli dengan harga di bawah Rp 1,5 juta," jelasnya usai pencatatan saham perdana perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Rabu (7/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Omset bisa mencapai Rp 700 miliar, dengan bottom line Rp 17-19 miliar," katanya.
Ia menjelaskan, ponsel yang dijual Skybee merupakan produk asal China namun dilabeli merek dagang perseroan. Namun untuk pengerjaan desain serta perangkat lunak (software) dikerjakan sendiri perseroan.
"Kegiatan produksi dan perakit di China akan jauh lebih efisien dibanding membangun fasilitas produksi sendiri. Hampir semua ponsel merek-merek terkenal diproduksi di sana," imbuhnya.
"Kita baru mulai menjual ponsel pada tahun, nantinya kita akan tingkatkan produksi dan penjualan dan meluncurkan produk-produk baru," pungkasnya.
(wep/dnl)











































