Demikian disampaikan dalam siaran pers perseroan, Kamis (8/7/2010).
Pada periode tersebut, Indopoly mencatat penjualan sebesar Rp 675,4 miliar atau tumbuh 49,6% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 451,6 miliar. Peningkatan penjualan didorong oleh peningkatan volume penjualan Biaxially Oriented Polypro-pylene (BOPP) seiring dengan beroperasinya mesin lini kedua di Indonesia sejak semester kedua tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban operasi selama periode yang sama tercatat turun 3,1% menjadi Rp 69,7 miliar dari sebelumnya Rp 71,9 miliar. Penurunan ini mendorong laba operasi Indopoly meningkat tajam 262,3% menjadi Rp 150,2 miliar dari sebelumnya hanya Rp 41,5 miliar. Marjin laba operasi turut naik tajam dari 9.2% pada 5 bulan pertama 2009 menjadi 22.2% untuk 5 bulan pertama tahun 2010.
Perolehan tersebut membuat laba bersih meningkat tajam 126,5% menjadi Rp 101,2 miliar pada 5 bulan pertama 2010 dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar Rp 44,7 miliar.
Indopoly akan melepaskan 2.300.178.500 lembar saham (35,17%) ke publik pada harga Rp 210 per saham atau totalnya senilai Rp 428 miliar. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk OSK sebagai penjamin emisi tunggal.
Seluruh dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk pengembangan organik seperti pembangunan pabrik dan membeli mesin. Hasil dana juga digunakan untuk pembangunan pabrik sekitar Rp 450 miliar dan pembayaran pinjaman sekitar Rp 100 miliar kepada CIMB Niaga.
Pencatatan di lantai bursa dijadwalkan pada 9 Juli 2010.
Indopoly merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kemasan plastik film Biaxially Oriented Polypro-pylene (BOPP) yang berdiri sejak tahun 1995. Produk dari perusahaan tersebut dipasarkan dengan nama merek Ilene dan pabrik berlokasi di kedua negara, Indonesia dan China.
Indopoly memiliki 150 klien diseluruh dunia dari hasil produksi di ketiga pabrik perseroan, di Cikarang, Jawa Barat dan Kunming, Suzhou, China.
(dro/dro)











































