IHSG dibuka naik tipis ke level 2.902,634 dan kemudian sempat menguat ke level 2.936,259, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.902,044.
Penguatan IHSG di awal perdagangan ditopang oleh kenaikan saham-saham komoditas tambang dan perkebunan serta saham-saham perbankan. Sayangnya, penguatan ini mulai mengendur seiring dengan pembalikan arah saham-saham unggulan sektor perkebunan sawit, konsumsi dan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, sentimen positif bursa global masih berlanjut pada perdagangan hari ini. Penguatan tajam bursa Wall Street tadi malam lebih dari 2% berhasil membuat indeks Nikkei 225 menguat tinggi pagi ini yang kemudian diikuti dengan penguatan indeks Hang Seng menembus level 20.000. Indeks saham Asia pun seluruhnya menghijau, kecuali indeks Shanghai.
Bursa-bursa Eropa pun dibuka menguat siang tadi. Indeks FTSE 100 pun berhasil menembus kembali level 5.000 setelah berhari-hari terjebak di bawah 5.000.
Pada perdagangan Kamis (8/7/2010), IHSG ditutup naik 13,864 poin (0,47%) ke level 2.915,908. Indeks LQ 45 juga naik 1,672 poin (0,29%) ke level 565,466.
Investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,486 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,264 triliun. Nilai pembelian bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 221,351 miliar.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 102.071 kali pada volume 5,422 miliar lembar saham senilai Rp 4,036 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 77 saham turun dan 80 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat cukup tinggi:
- Indeks Shanghai turun tipis 5,97 poin (0,25%) ke level 2.415,15.
- Indeks Hang Seng menguat 193,49 poin (0,97%) ke level 20.050,56.
- Indeks Nikkei 225 naik tajam 256,09 poin (2,76%) ke level 9.535,74.
- Indeks Strait Times menguat 36,56 poin (1,28%) ke level 2.897,59.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 86.000, Astra International (ASII) naik Rp 750 ke Rp 47.000, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 18.800, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.300.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 18.650, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 38.150, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 9.000, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.250.
Â
Â
Â
(dro/qom)











































