Caplok Inalum, Antam Cari Dana US$ 800 Juta

Caplok Inalum, Antam Cari Dana US$ 800 Juta

Hany Koesumawardani - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2010 19:37 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencari dana sebanyak US$ 700-800 juta untuk persiapan mencaplok 58,87 persen saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang akan dilepas Jepang pada 2013.

"Jadi nanti seharga sekitar US$ 700 atau 800 juta. Sehingga nanti untuk mendapat 100 persen kita harus bayar sekian dan dana itu bisa kita dapatkan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Ia mengatakan, untuk menguasai 100 persen kepemilikan di Inalum, pemerintah harus siap membeli 58,87 persen saham yang akan dilepas Jepang tahun 2013 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mustafa, meski kontraknya baru habis di tahun 2013, namun proposal penawaran harus masuk paling lambat Oktober 2010. Maka dari itu, sekarang ini pihak Kementerian BUMN sedang menyusun proposal tersebut.

"Kajiannya kita harapkan Oktober selesai. Proposal dari kita diharapkan Oktober sudah masuk ke koordinatornya," imbuhnya.

Selain Antam, pemerintah juga mempersilakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara untuk ikut membeli sebagian saham di Inalum.

Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.

Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13 persen saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87 persen dikuasai Jepang.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads