Menurut Direktur Utama IPOL Henry Halim, investasi yang disiapkan perseroan mencapai Rp 450 miliar. Hingga total volume produksi perseroan mencapai 100 ribu ton.
"Kita tambah satu pabrik BOPET dengan kapasitas 20 ribu ton," jelas Henry usai pencatatan saham perdana perseroan (listing) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD, Jakarta Jumat (9/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pakai dana IPO. Kita sudah mulai bangun pabrik sejak April (2009)," kata Henry.
Ia menjelaskan, selain penambahan pabrik, perseroan juga siap membeli satu mesin metalizing, yaitu perekat antara plastik polyethlene dan alumunium foil. Mesin akan segera datang, saat pabrik siap terbangun.
Hingga kini perseroan telah memiliki dua pabrik kemasan plastik film Biaxially Oriented Polypro-pylene (BOPP) di Indonesia dan China. Total produksi untuk kedua pabrik mencapai 80 ribu ton.
"Pabrik yang di Indonesia kapasitas 45 ribu ton, sedangkan di China 35 ribu ton," tambahnya.
"Jadi total produksi kita nantinya bisa 100 ribu ton. Saat ini kita sedang short supply hingga 30 ribu ton. Jadi harus impor," ucap Henry.
Selama periode Januari - Mei 2010, perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 126,5%, akibat adanya peningkatan volume penjualan dan efisiensi produksi.
Indopoly mencatat penjualan sebesar Rp 675,4 miliar atau tumbuh 49,6% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 451,6 miliar.
Â
Â
(wep/dro)











































