Carlyle Akuisisi 11,3% Saham Charoen Pokphand US$ 175 Juta

Carlyle Akuisisi 11,3% Saham Charoen Pokphand US$ 175 Juta

- detikFinance
Jumat, 09 Jul 2010 12:41 WIB
Carlyle Akuisisi 11,3% Saham Charoen Pokphand US$ 175 Juta
Jakarta - The Carlyle Group tengah memproses akuisisi 11,3% saham dengan Charoen Pokphand Group (CP Group), induk usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai US$ 175 juta. Dana hasil akuisisi akan digunakan untuk membayar utang CP Group.

Demikian disampaikan dalam siaran pers perseroan, Jumat (9/7/2010).

Carlyle Group, sebuah perusahaan investasi pan Asia dengan dana kelolaan US$ 2,25 miliar, melalui anak usahanya Carlyle Asia Partners III LP sedang memproses akuisisi 11,3% saham CP Pokphand Co Ltd (CPP), anak usaha CP Group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CP Group merupakan perusahaan agribisnis raksasa asal Thailand yang juga merupakan induk usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). CPP, merupakan anak usaha CP Group yang tercatat sahamnya di Bursa Hong Kong.

Carlyle Asia akan mengambilalih obligasi konversi CPP yang dapat ditukar dengan 2,271 miliar saham CPP senilai US$ 175 juta. Bersamaan dengan itu, CP Group, selaku induk usaha CPP, juga akan memperoleh opsi untuk mengkonversi atau membeli balik saham CPP yang dimiliki Carlyle Asia pada harga HK$ 0,6 per saham.

Dengan asumsi CP Group tidak menggunakan haknya membeli balik, maka Carlyle Asia akan menguasai 11,3% saham CPP. Proses akuisisi diharapkan rampung pada 22 Juli 2010. Sebagai penasihat keuangan, CP Group menunjuk UBS AG.

Dana hasil akuisisi ini, sebesar US$ 150 juta akan digunakan oleh CP Group untuk melunasi lebih cepat utang-utang perseroan yang saat ini posisinya mencapai US$ 288 juta. Pelunasan ini akan dilakukan sebelum akhir 2010.

"Industri pangan China tengah melalui periode pertumbuhan yang dinamis, didorong oleh permintaan masyarakat akan kualitas makanan yang lebih baik. Kami percaya CPP dapat memenuhi kebutuhan tersebut dalam kesempatan ini," ujar Komisaris Utama CP Group Dhanin Chearavanont.

Menurut Senior Director Carlyle Patrick Siewert, industri pangan, terutama pada tingkat konsumsi protein di China masih jauh di bawah negara-negara maju. Oleh sebab itu, ia melihat ekonomi China yang tengah berkembang memiliki potensi pasar yang sangat besar mengingat pertumbuhan ekonomi akan mendorong permintaan akan peningkatan kualitas pangan.

"Carlyle melihat potensi dalam sektor agrikultur di China, terutama pada pertumbuhan cepat masyarakat kelas menengah yang mendorong permintaan akan pangan yang berkualitas. Kami melihat ini sebagai peluang," ujar Patrick. (dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads